Headlines News :

Berita Terbaru

Written By ichsan on Selasa, 09 Oktober 2012 | 17.13

Senja di Ufuk Barat

Written By ichsan on Senin, 01 Oktober 2012 | 22.01


Senja di pelataran lampeunurut, tak kuasa menolak kehadiran senja itu, ku ambil kamera dan ku bidik di lembayung senja sore, Senin (01/10/2012) di halaman rumah dekat The Pade Hotel, Lampeunurut Kabupaten Aceh Besar. (Foto/Doc: Aceh News, det)

PAS: Inginkan Pilkada Damai di Aceh Selatan

Written By ichsan on Minggu, 30 September 2012 | 21.36

BANDA ACEH, Aceh News - Pemuda Aceh Selatan (PAS) mengharapkan Pemilukada  di aceh selatan dapat berjalan damai, jujur, adil, bebas dan rahasia serta  tidak ada intimidasi, hal tersebut dikatakan Aidil mashendra sebagai Sekretaris bidang organisasi dan kelembagaan, Minggu (30/09/2012), di Banda Aceh.

Selain itu aidil juga mengatakan Pemuda Aceh Selatan (PAS) secara lembaga tidak akan memihak pada pasangan mana pun dan PAS tetap bersikap independen serta terus berupaya agar Pilkada di Aceh selatan berjalan lancar, namun jika ada pengurus PAS yang mendukung salah satu calon nanti nya, itu merupakan sikap pribadi yang bersangkutan tegas nya yang di dampingi oleh ketua PAS Musmulyadi, MN dan Sekretaris Umum Jasmar serta beberapa pengurus harian lainnya

Tidak hanya itu, PAS secara lembaga juga akan terus mendukung semua upaya penyelenggara pemilukada aceh selatan dan bersedia membantu keberlangsungan Pemilukada damai serta menghimbau  kepada para kandidat untuk bersaing secara fair, dan kepada masyarakat juga diharapkan dapat memilih pemimpin daerah sesuai hati nurani tanpa terpengaruh dengan ajakan dan imbalan apapun.

Kepada penyelenggara Pemilukada, PAS meminta agar bersikap netral serta dapat menjalankan semua proses dan tahapan pemilukada dengan baik dan jujur. (*)

Warga Pariaman: Masih adakah Bantuan Gempa itu?

Written By ichsan on Sabtu, 29 September 2012 | 18.47


PADANG, Aceh News – “Masih adakah bantuan bagi korban gempa 30 September 2009 lalu?” Begitulah jeritan hati Murni (56), penduduk Bungin Kecamatan VII Koto, Padang Pariaman, Sabtu (29/09/2012) 


Murni merupakan seorang korban gempa bumi pada 2009 lalu, Tapi sudah tiga tahun, ia belum juga memperoleh bantuan. Padahal rumahnya hancur akibat gempa berkekuatan 7,9 SR.


“Kami sudah berusaha mengurusnya. Sayangnya rumah kami tidak masuk daftar untuk memperoleh bantuan, karena rumah tersebut tak berpenghuni lagi,” ucap Murni sedih.


Dia juga mengakui rumah tersebut tidak ada penghuninya. “Dulunya rumah itu saya bersama kedua orang tua yang menempatinya. Mengingat perekonomian dan pencarian di kampung tidak mencukupi kebutuhan, saya merantau ke Jakarta. Tak lama kemudian ibu menyusul saya sehingga rumah itu tak ada penghuninya lagi,” ucap Murni.


Murni mempertanyakan tentang kriteria masyarakat yang memperoleh bantuan gempa. “Apakah saya tidak termasuk dalam kriteria memperoleh bantuan gempa? Apakah salah saya mempertanyakan kembali kenapa rumah saya tak masuk dalam kategori penerima bantuan gempa. Padahal saya ingin sekali menempati rumah itu kembali,” ucap Murni dengan nada iba.


Saat gempa bumi 2009 mengguncang Ranah Minang, Murni tengah mengadu nasib di Jakarta sebagai pedagang sate. “Berapalah penghasilan dari berdagang sate,” ucapnya sambil menerawang.


Tak hanya rumah Murni yang tidak memperoleh bantuan gempa. Roslaini yang juga adik sepupunya juga tidak memperoleh bantuan gempa. “Rumah kami memang kosong. Saya di Jakarta. Sementara kakak saya di Padang. Orang tua kami sudah meninggal,” ucap Roslaini.

Selanjutnya Wanita itu menceritakan, kakaknya sudah berusaha untuk melaporkan kerusakan rumah tersebut. Sayangnya, alasanya masih sama, yakni rumahnya tak ada penghuni lagi.


Keduanya masih mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota agar bisa memasukkan mereka dalam daftar penerima bantuan gempa. Mereka merupakan potret korban gempa yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah. (Benni)

Listrik Padam, ATM BRI Macet, Nasabah Kecewa


BANDA ACEH, Aceh News - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali bermasalah “macet” yang mengakibatkan nasabah kecewa, karena disaat hendak melakukan transaksi melalui ATM, Selasa (28/08/2012) pada pukul 18.53 WIB malam, Pekan lalu

Pantauan Aceh News, setiap listrik padam, hampir semua ATM milik BRI juga ikut mati dan Menurut salah seorang nasabah yang ingin melakukan transaksi di ATM tersebut,  mengatakan, “bagai mana ATM ini, kok mati, sedangkan saya tadi sedang mengambil uang di ATM, baru beberapa juta yang keluar dari mulut ATM, tiba-tiba lampu mati, dan kartu ATM saya masih berada didalam mesin, sedangkan uang pun belum habis saya tarik semua, kok mesin atm ini juga ikut mati,” ujar seorang diantara dua nasabah tersebut. Dengan matinya ATM BRI, nasabah tersebut harus menunggu kapan listrik kembali hidup
Kebetulan wartawan media ini juga ingin menarik uangnya di ATM BRI, tiba-tiba keluar karyawan BRI itu, lalu terjadilah percakapan antara wartawan dan karyawan BRI tersebut
“kenapa pak, kalau padam listrik, ATM BRI ini juga mati, soalnya tadi saya mengambil uang via ATM yang ada di Taspen depan Taman Sari, tapi ATM nya juga mati”. Tanya wartawan
“kalau ATM yang ada di sini (KH.A.Dahlan Red) tidak mati, dikarenakan mesin ATM ini memakai batere,”
Tapi pada kenyataanya ATM tersebut juga mati, malah nasabah yang sedang menarik uangnya harus menunggu sampai listrik hidup, dikarenakan kartu ATM nya masih didalam mesin, yang sangat disayangkan nasabah tersebut tidak bisa menunggu lama, karena harus segera pulang kampung karena ada keperluan mendadak
Saat nasabah menanyakan kepada karyawan BRI tersebut, “bagaimana pak, kartu ATM saya sudah didalam mesin ini, dan uang nya pun belum habis saya tarik”, ujar nasabah 
“ya sudah, besok pagi saja bapak ambil kartu ATM nya, cetus karyawan itu dengan singkat.
Lalu satpam BRI tersebut masuk kedalam untuk menghidupkan mesin genset, tapi juga tak kunjung hidup, dikarenakan tidak ada bensin didalam generator listrik tersebut, ujar satpam itu  
“Saya kecewa dengan pelayanan Bank rakyat Indonesia, apalagi setelah dihidupkan ginset kata satpam tersebut, tidak ada minyak, dan ATM tersebut tidak berfungsi,” ujar nasabah itu lagi dengan nda kesal.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh wartawan media ini, dan saya sudah mendatangi dua ATM BRI, termasuk di jalan KH,A.Dahlan
“melakukan transaksi, menggunakan fasilitas ATM BRI untuk menghemat waktu dan mempermudah penarikan atau pengiriman uang, tapi karena ATM BRI bermasalah, terpaksa harus meluangkan lagi waktu keesokan harinya untuk transaksi manual”. Ujar wartawan media ini
Masih menurut karyawan BRI, matinya mesin ATM BRI, karena permasalahan jaringan listrik padam, namun menurutnya kondisi tersebut akan segera normal jika listrik hidup kembali. 

Maunya BRI harus mengambil solusi terhadap padamnya listrik, agar ATM BRI tetap hidup, dan  bila nasabah mendadak membutuhkan uang, bisa melakukan transaksi melalui ATM, jadi jangan melepaskan tanggungjawab. (icn)

Demo Turunkan Bupati dan Wakil Bupati


DURI/RIAU, Aceh News – Unjuk rasa masyarakat Bengkalis, menuntut agar Bupati dan Wakil Bupati Herlian Saleh dan Suayatno turun, karena menjabat lebih kurang dua setengah tahun tidak berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan

Masyarakat sudah muak dengan janji-janji unjuk rasa yang disepakati damai tanpa anarkis dari unsur masyarakat, Lsm dan dari berbagai unsur organisasi lainnya di kabupaten bengkalis, Menyatakan pendapat untuk menurunkan Bupati dan Wakil Bupati

Memang ada sedikit ketegangan  dikala ketua DPRD Bengkalis Jamal Abdilah, “masyarakat bersabar kerena masalah ini sedang diproses” Katanya.

Masyarakat jadi geram, karena dewan semacam ulur–ulur waktu selama satu bulan dalam permasalahan yang bergejolak dikabupaten Bengkalis

Pantauan media ini, Jum'at (28/09/2012). Beribu masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Bengkalis untuk menyatukan nasib sepenanggungan, karena merasa dikianati oleh mereka (Bupati dan Wakil Bupati Red) “Terutama dari segi pembangunan, banyak yang amburadul, dan banyak lagi permasalahan lain yang tidak sesuai kehendak rakyat”. (Amir)

Para Ketua Serikat Pekerja Buruh Foto Bersama

Usai menyerahkan rekomendasi, para ketua Serikat Pekerja Buruh yang tergabung dalam Tim Perumus Rancangan Qanun Ketenagakerjaan, melakukan foto bersama dengan Amir Helmi SH, Wakil Ketua DPR Aceh, digedung Dewan. (Foto/Doc: Aceh News, ihsan)

HEADLINE

BERITA FOTO

INTERNATIONAL

More on this category »

NASIONAL

More on this category »

ACEH

More on this category »

POLITIK

More on this category »

IPTEK

More on this category »

KESEHATAN

More on this category »

EKONOMI

More on this category »
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa