ACEH UTARA, Aceh News - Semakin hari warga di pemukiman kecamatan
langkahan Aceh Utara, terus mengalami jejak busuk yang diakibatkan oleh
sejumlah para oknum pelayanan di puskesmas Langkahan. Kini warga daerah itu
kesal dengan aksi pelayanan mereka. Mengapa tidak, setiap pasien sesak maupun
TBC yang dirawat di puskesmas tersebut selalu diterlantarkan dengan alasan
tidak ada oksigen yang tersedia untuk pasien. Ironisnya, hal yang semacam itu terus
terjadi secara berulangkali .
Pada
Sabtu pekan lalu, salah satu pasien yang bernama Abdurrahman (55), Warga desa
tanjong dalam, langkahan, terlantar akibat penyakit yang dideritanya yaitu
mengalami sesak napas, malam itu-Red ia terlantar tidak sempat dioksigenkan
oleh perawat dengan alasan pasien itu tidak memerlukan oksigen.
Menurut
pantauan salah seorang LSM Aceh Future yang tak ingin disebut namanya pada
malam itu, penyakit yang diderita Ab itu sesak napas “saya selaku saudara
korban, ia mengalami Sesak, dan saya juga bantu bawa kepuskesmas untuk dirawat,
ternyata pelayanan disini tidak baik malah menyiksa warga” Ucapnya.
Ketika
dihubungi Kepala Puskesmas Langkahan Aceh Utara, dr Mukhtar menolak
anggapan yang menyebutkan tidak ada oksigen di Puskesmas itu. “Oksigen ada
digudang 5 buah, Cuma perawat tidak benar, masak pasien TBC dibilang Sesak,
kalau pasien TBC yang jelas tidak membutuhkan oksigen” kata Mukhtar saat
dijumpai di luar dinas.
Dalam
waktu bersamaan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurdin, saat dihubungi
mengatakan terkait pelayanan dipuskesmas langkahan, ia mengakau akan panggil
muktar untuk membicarakan masalah pelayanan yang dinilai buruk, “Siapa bilang
pasien TBC tidak butuh oksigen? TBC, Sesak, itu otomatis butuh oksigen,
kalau dibilang tidak berarti perawat tidak benar” Sebut Nurdin.
Selain
itu, Sebuah mobil ambulance jenis L300 sebagai alat operasional puskesmas itu
juga terlantar bertahun-tahun tanpa perawatan yang saat ini mobil tersebut
masih terlihat mengindap di halaman puskesmas. Akibatnya, dengan kejadian
seperti itu membuat warga terus bertanya-tanya tentang dana perawatan maupun
dana-dana lainnya yang menurut penilaian mereka diduga tidak transparan.
Muktar
menambahkan, pasien yang dilantarkan itu tidak membutuhkan oksigen melainkan
pasien yang menderita Sesak. Sesudah itu, terkait mobil ambulan yang rusak,
muktar mengatakan itu terlantar hamper dua tahun, “mana cukup saya rehab mobil
itu, anggaran yang diupload dinas Cuma 5juta per tahun, baru 2,5 juta yang cair
itu pun bukan urusan saya sama bendahara” Ucapnya. Muktar juga menyebutkan
terkait laporan warga maupun pihak LSM, yang menilai negativnya pelayanan di
puskesmas langkahan menurut muktar itu salah, “Mungkin ada satu dan dua staf
yang tidak pro sama saya maka ia laporkan yang tidak-tidak” tambahnya lagi.
Dalam hal itu muktar mencurigai ada “orang dalam” di Puskesmas
tersebut yang berupaya menyuduttkan dirinya dengan menebar kabar tidak
Satu
lagi terkait penggunaan mobil Double Cabin ia juga menjelaskan,
mobil itu miliknya muktar bukan mobil puskesmas. “Itu mobil saya, memang warna
putih milik dinas namun mobil ini saya pakai secara pribadi karena saya tebus
sama kadis di bengkel, waktu itu kepala dinas mengatakan mobil itu disuruh
tebus di bengkel senilai 22juta dan dipakek aja. Yang tersedia untuk puskesmas
saat ini hanya mobil kijang yang masih aktif” tambahnya.
Sehari
selang, Nurdin yang dijumpai media ini sedang dalam kesibukan juga menyebutkan,
setiap mobil yang ia uploadkan ke dinas puskesmas itu tidak ada istilah mobil
pribadi, “Itu mobil saya upload hanya untuk puskesmas, bukan untuk kepala
puskesmas, kalau digunakan untuk kepentingan pribadi nah.. itu salah” Ucap
Nurdin
Aktifis
LSM Aceh Future yang tak ingin disebut namanya ia juga yang selalu hadir di
kepentingan warga ketika warga mengalami derita. Ditengah kesibukan Ia
memperlihatkan sepercik kertas yang tertulis tentang kronologi Keuangan
dipuskesmas itu yang diduga tidak transparan. Salah satunya, terkait penggunaan
Dana BOK, SPT, PMT, bahkan pengambilan vaksin sejak bulan desember 2011 lalu
juga sampai sekarang belum terbayar.
Seperti
data yang tertulis itu, Muktar masih mendiami dana BOK Rp16.000.000, PMT Gizi
Buruk Sebanyak Rp1800.000 juga belum dilakukan transit pembayaran. Selain itu
Muktar juga dikatakan tiap-tiap pembelanjaan maupun setiap dana pengeluaran
yang dilakukan olehnya namun melibatkan premintif staf akan tetapi dalam
penggunaan anggaran itu juga tidak pernah di musyawarahkan.
Sebuah
kantin dihalaman puskesmas yang berhasil dibangun pada pertengahan 2011 lalu
tidak pernah diberitahukan kepada staf apalagi melakukan rapat. Sensitifnya
juga uang senilai Rp16.000.000 yang digunakan untuk baju olah raga juga tidak
pernah diberitahukan, ditambah lagi dengan uang pulang balik ke Banda aceh
menghabiskan Rp3000.000. belum termasuk pembelanjaan obat-obatan dari JKA yang
dilakukan tidak melalui opteker dan bendahara.
Dengan
hal-hal yang dilakukan kepala puskesmas itu, warga maupun pihak LSM menilai
kebijakan yang dilakukan tidak pernah transparan.
Razali
Yusuf Ketua LSM Aceh Future pada selasa malam (7/01), yang selalu menebarkan kebaikan
ditengah kegelisahan warga ia mengatakan, terkait penggunaan dan
pelayanan yang selama ini semakin hari bertambah amburadur yang menurut
penilaiannya ada indikasi lain yang menyebabkan buruknya pelayanan maupun
administrasi otomatis kerap hari dalam kericuhan. “Kami selaku LSM terus
memantau kinerja yang dilakukan para oknum puskesmas itu, kami nilai itu ada
indikasi lain yang membuat pelayanan memburuk, apalagi administrasi keuangan
tidak pernah transparan” Ucap Razali.
Razali
juga menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah kepala dinas harus
bertindak tegas, “kadis tidak perlu berdiam diri dengan membiarkan warga dalam
keluhan, saya harap ia cepat menanggapi atau bertindak tegas” tambah razali. (Tim
Aceh Utara)


