Headlines News :
Home » , , » Kepala Puskesmas Langkahan Dinilai tidak Transparan

Kepala Puskesmas Langkahan Dinilai tidak Transparan

Written By ichsan on Kamis, 09 Februari 2012 | 11.30


ACEH UTARA, Aceh News - Semakin hari warga di pemukiman kecamatan langkahan Aceh Utara, terus mengalami jejak busuk yang diakibatkan oleh sejumlah para oknum pelayanan di puskesmas Langkahan. Kini warga daerah itu kesal dengan aksi pelayanan mereka. Mengapa tidak, setiap pasien sesak maupun TBC yang dirawat di puskesmas tersebut selalu diterlantarkan dengan alasan tidak ada oksigen yang tersedia untuk pasien. Ironisnya, hal yang semacam itu  terus terjadi secara berulangkali .

Pada Sabtu pekan lalu, salah satu pasien yang bernama Abdurrahman (55), Warga desa tanjong dalam, langkahan, terlantar akibat penyakit yang dideritanya yaitu mengalami sesak napas, malam itu-Red ia terlantar tidak sempat dioksigenkan oleh perawat dengan alasan pasien itu tidak memerlukan oksigen.

Menurut pantauan salah seorang LSM Aceh Future yang tak ingin disebut namanya pada malam itu, penyakit yang diderita Ab itu sesak napas “saya selaku saudara korban, ia mengalami Sesak, dan saya juga bantu bawa kepuskesmas untuk dirawat, ternyata pelayanan disini tidak baik malah menyiksa warga” Ucapnya.

Ketika dihubungi Kepala Puskesmas Langkahan Aceh Utara, dr Mukhtar menolak anggapan yang menyebutkan tidak ada oksigen di Puskesmas itu. “Oksigen ada digudang 5 buah, Cuma perawat tidak benar, masak pasien TBC dibilang Sesak, kalau pasien TBC yang jelas tidak membutuhkan oksigen” kata Mukhtar saat dijumpai di luar dinas.

Dalam waktu bersamaan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurdin, saat dihubungi mengatakan terkait pelayanan dipuskesmas langkahan, ia mengakau akan panggil muktar untuk membicarakan masalah pelayanan yang dinilai buruk, “Siapa bilang pasien TBC tidak butuh oksigen? TBC, Sesak, itu otomatis butuh oksigen, kalau dibilang tidak berarti perawat tidak benar” Sebut Nurdin.

Selain itu, Sebuah mobil ambulance jenis L300 sebagai alat operasional puskesmas itu juga terlantar bertahun-tahun tanpa perawatan yang saat ini mobil tersebut masih terlihat mengindap di halaman puskesmas. Akibatnya, dengan kejadian seperti itu membuat warga terus bertanya-tanya tentang dana perawatan maupun dana-dana lainnya yang menurut penilaian mereka diduga tidak transparan.

Muktar menambahkan, pasien yang dilantarkan itu tidak membutuhkan oksigen melainkan pasien yang menderita Sesak. Sesudah itu, terkait mobil ambulan yang rusak, muktar mengatakan itu terlantar hamper dua tahun, “mana cukup saya rehab mobil itu, anggaran yang diupload dinas Cuma 5juta per tahun, baru 2,5 juta yang cair itu pun bukan urusan saya sama bendahara” Ucapnya. Muktar juga menyebutkan terkait laporan warga maupun pihak LSM, yang menilai negativnya pelayanan di puskesmas langkahan menurut muktar itu salah, “Mungkin ada satu dan dua staf yang tidak pro sama saya maka ia laporkan yang tidak-tidak” tambahnya lagi. Dalam hal itu muktar  mencurigai ada “orang dalam” di Puskesmas tersebut yang berupaya menyuduttkan dirinya dengan menebar kabar tidak

Satu lagi terkait penggunaan mobil Double Cabin  ia juga menjelaskan, mobil itu miliknya muktar bukan mobil puskesmas. “Itu mobil saya, memang warna putih milik dinas namun mobil ini saya pakai secara pribadi karena saya tebus sama kadis di bengkel, waktu itu kepala dinas mengatakan mobil itu disuruh tebus di bengkel senilai 22juta dan dipakek aja. Yang tersedia untuk puskesmas saat ini hanya mobil kijang yang masih aktif” tambahnya.

Sehari selang, Nurdin yang dijumpai media ini sedang dalam kesibukan juga menyebutkan, setiap mobil yang ia uploadkan ke dinas puskesmas itu tidak ada istilah mobil pribadi, “Itu mobil saya upload hanya untuk puskesmas, bukan untuk kepala puskesmas, kalau digunakan untuk kepentingan pribadi nah.. itu salah” Ucap Nurdin

Aktifis LSM Aceh Future yang tak ingin disebut namanya ia juga yang selalu hadir di kepentingan warga ketika warga mengalami derita. Ditengah kesibukan Ia memperlihatkan sepercik kertas yang tertulis tentang kronologi Keuangan dipuskesmas itu yang diduga tidak transparan. Salah satunya, terkait penggunaan Dana BOK, SPT, PMT, bahkan pengambilan vaksin sejak bulan desember 2011 lalu juga sampai sekarang belum terbayar.

Seperti data yang tertulis itu, Muktar masih mendiami dana BOK Rp16.000.000, PMT Gizi Buruk Sebanyak Rp1800.000 juga belum dilakukan transit pembayaran. Selain itu Muktar juga dikatakan tiap-tiap pembelanjaan maupun setiap dana pengeluaran yang dilakukan olehnya namun melibatkan premintif staf akan tetapi dalam penggunaan anggaran itu juga tidak pernah di musyawarahkan.

Sebuah kantin dihalaman puskesmas yang berhasil dibangun pada pertengahan 2011 lalu tidak pernah diberitahukan kepada staf apalagi melakukan rapat. Sensitifnya juga uang senilai Rp16.000.000 yang digunakan untuk baju olah raga juga tidak pernah diberitahukan, ditambah lagi dengan uang pulang balik ke Banda aceh menghabiskan Rp3000.000. belum termasuk pembelanjaan obat-obatan dari JKA yang dilakukan tidak melalui opteker dan bendahara.

Dengan hal-hal yang dilakukan kepala puskesmas itu, warga maupun pihak LSM menilai kebijakan yang dilakukan tidak pernah transparan.

Razali Yusuf Ketua LSM Aceh Future pada selasa malam (7/01), yang selalu menebarkan kebaikan ditengah kegelisahan warga ia  mengatakan, terkait penggunaan dan pelayanan yang selama ini semakin hari bertambah amburadur yang  menurut penilaiannya ada indikasi lain yang menyebabkan buruknya pelayanan maupun administrasi otomatis kerap hari dalam kericuhan. “Kami selaku LSM terus memantau kinerja yang dilakukan para oknum puskesmas itu, kami nilai itu ada indikasi lain yang membuat pelayanan memburuk, apalagi administrasi keuangan tidak pernah transparan” Ucap Razali.

Razali juga menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah kepala dinas harus bertindak tegas, “kadis tidak perlu berdiam diri dengan membiarkan warga dalam keluhan, saya harap ia cepat menanggapi atau bertindak tegas” tambah razali. (Tim Aceh Utara)
Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa