LHOKSUKON,
Aceh News - Pemblockiran jalan secara massa, sebagai aksi protes masarakat jambo aye utara yang kecewa karena
pekerjaan pengaspalan jalan yang tak rampung dikerjakan, selasa malam (07/02/2012) sekira
pukul 22:30 pemblokiran jalan di
pemukiman jambo aye utara itu kembali beraksi.
Menurut masarakat setempat hampir 70% ± jalan yang di blockir, karena masarakat tak tahan lagi dengan debu yang selalu mengguyur sepanjang
jalan tersebut.
Masarakat dan pemuda kelihatan tampak serius, kali
ini dalam aksi pemblockiran jalan di pemukiman jambo aye utara, pasal nya
selain batang kayu dan bantang kelapa juga puluhan orang terlihat di badan
jalan tersebut. namun ditambah 1 unit gardu (Pos
ronda) juga menjadi sebuah saksi bisu dimana pancangan di batsan awal desa
teping gajah dan dua tumpukan pasir di bagian tengah ruas badan jalan menjadi
batas akhir desa.
Menurut
pemuda yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan pada Aceh News, Pemblockiran jalan ini sebagai
aksi protes. “kami yang terkumpul malam ini terpaksa melakukan pemblokiran
jalan ini, karena kami tidak sanggup lagi menghirup debu. “Semenjak berakhirnya
musim hujan kemarin jalan ini tidak pernah di siram, sudah menjadi aktifitas
rutin tiap hari kami mengkonsumsi debu sehingga pintu rumah pun harus kami tutup
1x24 jam, agar debu tidak masuk kedalam rumah. “Kata sekelompok pemuda yang
sedang standby di ruas jalan tersebut.
Menurutnya belum lagi esok harinya, pukul 08:00 wib
ada acara kenduri khitanan di rumah salah satu Angota dewan DPRK Kabupaten Aceh
utara (besok pagi Rabu 08/02/2012- red) kemungkinan banyak mobil mewah milik
pejabat yang melintasi jalan ini, tidak bisa kami bayangkan debu nya. “Dan kami
tahu jalan ini tidak akan disiram dan aksi blockir ini adalah aksi satu-satunya
yang harus kami tempuh. “Jelas si-kelompok pemblockiran jalan.
Dimana aksi pemblockiran jalan di pemukiman jambo
Aye utara sekira 12 Gampong, mulai awal Gampong Teping bayu, Teping gajah,
Tanjung minjee, Tanjung dalam, Keude leubok, Luebok pide, Menasah Dayah,
Menasah Guedong, Mueruboe, Leubok doe, Rantoe panyang dan Gampong Geulumpang
eumpung unoe sejarak 15 Km ±.
Harapan masarakat ”kami mohon semoga Pemkab
Aceh utara dapat segera menanggapi dan mengambil keputusan, dan bukan kami
memaksa untuk di aspal tapi kami meminta agar pejabat aceh utara memikirkan
solusi bagai mana jalan yg tersisa ini agar tidak berdebu lagi bukan berarti segera
di aspal namun setidaknya ada penyiraman di jalan ini, dan saya yakin
seandainya terjadi sebaliknya, Posisi pejabat diposisi kami, mungkin mereka
juga memohon hal yang sama demi kesehatan keluarga mereka dan kesenjangan
lingkungan mereka dari guyuran kabut debu ini“. Tukasnya petua di gampong itu.
(Malik)


