Program
pemerintah Aceh Tenggara pada Tahun 2011 yang lalu menggalakkan bantuan
perkuatan modal usaha mikro, kecil melalui dinas koperasi dan usaha kecil
Menengah.
KUTACANE,
Aceh News - Dalam upaya meningkatkan ekonomi
pedagang usaha mikro, kecil menegah maka
pemerintah aceh tenggara telah merealisasikan dana sebesar Rp 3,4 M, dari dana
APBK Tahun Anggaran 2011 melaui Dinas
koperasi dan usaha kecil, kepada 3060 pedagang yang tersebar dibeberapa lokasi
pasar tradisional dan pedagang kecil pedesaan, namun disela-sela kesibukan tim
pendataan dan tim perivikasi petugas dari dinas koperasi dilapangan malah ada
seorang pedagang burung keliling yang telah puluhan tahun menjalankan usahanya
denganberjalan kaki malah terlewatkan, walaupun satu waktu ada berpapasan tim dengan salah seorang penjaja burung tersebut.
Usaha itu
dilakukan adalah dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari yang dinanti isteri dan anak- anaknya, ketabahan
beliau menjajakan dangan berjalan memakai alas kaki sandal jepit serta menenteng puluhan ekor burung untuk dijajakan
setiap harinya, Ahmad Tuah adalah satu-satunya pedagang burung keliling yang ada
di aceh tenggara berasal dari desa Pancar iman kecamatan bambel menjelaskan, pada Aceh News, Minggu (29/01/2012) dikafe milik wartawan Aceh News yang
didampingi ketua LSM Lembanga Pemanatau Penyelenggara Negara Republik Indonesia
(LPPN-RI) Agara Tgk. RIDWAN dan ketua
LSM Aceh Alas Independent (AAI) agara Ali Amran ST, disamping itu Ahmad Tuah sebagai penjaja
burung keliling menjelaskan, beliau sudah
sejak lama berdagang burung keliling namun hingga saat ini belum pernah
mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.
Ahmad Tuah menambahkan, bahwa setiap harinya beliau
membawa burung Ruak sebanyak 50 ekor hingga 100 ekor burung dengan cara di bon terlebih dahulu dari pemilik burung di berbagai desa, setelah burung
tersebut laku dijual barulah dibayarkan dan apabila tidak laku sudah resiko,
keuntungan yang didapat setiap harinya hanya Rp 25.000,- hingga Rp 50.000.
Mengenai
jarak yang ditempuh setiap hari dari jalan satu kejalan yang lainya,
gang kegang dan dari rumah kerumah, kalau dihitung-hitung ada sekitar puluhan
kilometer, sambil menyeka dahinya dari peluh yang mengalir terlihat raut wajah
ahmad tuah merasa bersyukur dengan
penghasilan yang didapatkannya setiap hari walaupun tehitung minim.
Ali Amran.ST Ketua LSM AAI mengharapkan pada pihak
pemerintah daerah dan dinas koperasi khususnya agar betul - betul memperhatikan nasib pak ahmad tuah sebagai pedagang mikro kecil, yang selama ini diabaikan.
Ketika wartawan minta tanggapan ketua LSM LPPNRI dan
LSM AAI tentang hal ini, beliau mengatakan seharusnya pihak pemerintah Daerah
Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Koperasi dan UKM harus memperhatikan para
calon penerima bantuan modal usaha kecil menengah dan kalau kita perhatikan
bapak Ahmad Tuah ini hamper setiap harinya kita bertemu di kota dan jalanan
dengan menenteng burung dagangannya
namun mengapa petugas pendataan melupakannya maka saya minta Dinas koperasi dan
UKM kedepannya harus memasukkan Ahmad Tuah dalam daftar calon Penerima Bantuan
Modal Usaha UKM. (Ali)


