Headlines News :
Home » , , » Pedagang Burung Keliling, Perlu Perhatian Pemkab Agara

Pedagang Burung Keliling, Perlu Perhatian Pemkab Agara

Written By ichsan on Minggu, 29 Januari 2012 | 23.58


Program pemerintah Aceh Tenggara pada Tahun 2011 yang lalu menggalakkan bantuan perkuatan modal usaha mikro, kecil melalui dinas koperasi dan usaha kecil Menengah.

KUTACANE, Aceh News - Dalam upaya meningkatkan ekonomi pedagang usaha mikro, kecil  menegah maka pemerintah aceh tenggara telah merealisasikan dana sebesar Rp 3,4 M, dari dana APBK Tahun Anggaran 2011  melaui Dinas koperasi dan usaha kecil, kepada 3060 pedagang yang tersebar dibeberapa lokasi pasar tradisional dan pedagang kecil pedesaan, namun disela-sela kesibukan tim pendataan dan tim perivikasi petugas dari dinas koperasi dilapangan malah ada seorang pedagang burung keliling yang telah puluhan tahun menjalankan usahanya denganberjalan kaki malah terlewatkan, walaupun satu waktu ada berpapasan tim dengan salah seorang penjaja burung tersebut. 

Usaha itu  dilakukan adalah  dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang dinanti isteri dan anak- anaknya, ketabahan beliau menjajakan dangan berjalan memakai alas kaki sandal jepit serta  menenteng puluhan ekor burung untuk dijajakan setiap harinya, Ahmad Tuah adalah satu-satunya pedagang burung keliling yang ada di aceh tenggara berasal dari desa Pancar iman kecamatan bambel menjelaskan, pada Aceh News, Minggu (29/01/2012) dikafe milik wartawan Aceh News yang didampingi ketua LSM Lembanga Pemanatau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Agara Tgk. RIDWAN dan ketua LSM Aceh Alas  Independent (AAI)  agara Ali Amran ST,  disamping itu Ahmad Tuah sebagai penjaja burung keliling menjelaskan, beliau sudah sejak lama berdagang burung keliling namun hingga saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

Ahmad Tuah menambahkan, bahwa setiap harinya beliau membawa burung Ruak sebanyak 50 ekor hingga 100 ekor burung dengan cara di bon terlebih dahulu dari pemilik burung di berbagai desa, setelah burung tersebut laku dijual barulah dibayarkan dan apabila tidak laku sudah resiko, keuntungan yang didapat setiap harinya hanya Rp 25.000,- hingga Rp 50.000.

Mengenai  jarak yang ditempuh setiap hari dari jalan satu kejalan yang lainya, gang kegang dan dari rumah kerumah, kalau dihitung-hitung ada sekitar puluhan kilometer, sambil menyeka dahinya dari peluh yang mengalir terlihat raut wajah ahmad tuah merasa bersyukur  dengan penghasilan yang didapatkannya setiap hari walaupun tehitung minim. 

Ali Amran.ST Ketua LSM AAI mengharapkan pada pihak pemerintah daerah dan dinas koperasi khususnya agar betul - betul memperhatikan nasib pak ahmad tuah sebagai pedagang mikro kecil, yang selama ini diabaikan.

Ketika wartawan minta tanggapan ketua LSM LPPNRI dan LSM AAI tentang hal ini, beliau mengatakan seharusnya pihak pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Tenggara melalui Dinas Koperasi dan UKM harus memperhatikan para calon penerima bantuan modal usaha kecil menengah dan kalau kita perhatikan bapak Ahmad Tuah ini hamper setiap harinya kita bertemu di kota dan jalanan dengan menenteng burung  dagangannya namun mengapa petugas pendataan melupakannya maka saya minta Dinas koperasi dan UKM kedepannya harus memasukkan Ahmad Tuah dalam daftar calon Penerima Bantuan Modal Usaha UKM. (Ali)
  

Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa