Headlines News :
Home » , , » PT.ASDAL PRIMA LESTARI Bohongi Masyarakat

PT.ASDAL PRIMA LESTARI Bohongi Masyarakat

Written By ichsan on Minggu, 29 Januari 2012 | 01.46


SUBULUSSALAM. Aceh News - PT. Asdal Prima Lestari komodite perkebunan Kelapa sawit milik Edison warga Sumut-Medan seluas 5047 ha berlokasi di Daerah Pemko Subulussalam tepat di Kampung Lae Langge Kecamatan Sultan Daulat selalu mengumbar janji kepada masyarakat setempat, namun tidak pernah ditepati. Akibatnya masyarakat kesal dan berunjuk rasa pada hari Rabu (25/01/2012) ke Perusahaan tersebut.

Dengan membacakan tuntutan agar semua perjanjian /kesepakatan bersama yang sudah ditanda tangani pihak manajemen Perusahaan direalisasikan segera, apabila tidak ditepati masyarakat akan memblokade semua aktivitas perusahaan.

Namun semua tuntutan masyarakat tidak dapat disahuti pihak perusahan dengan alasan pemilik perusahaan Edison tidak berada ditempat, sehingga pengunjuk rasa meminta agar dihadirkan pada hari kamis (26/01/2012) bersama Walikota Subulussalam Merah Sakti, SH untuk bertemu di Kantor Walikota.

Walaupun sudah dikabari dimohon agar hadir dalam pertemuan tersebut Edison pengusaha keturunan Tionghoa tersebut tetap saja tidak mau hadir menganggap sebelah mata dengan kata lain menganggap sepele terhadap Walikota/masyarakat subulussalam, padahal Walikota Merah Sakti, SH pada saat itu sedang berada di luar Daerah untuk kepentingan Dinas terpaksa pulang ke Subulussalam menghadiri pertemuan yang diminta masyarakat. Dengan tidak hadirnya Edison pemilik Perusahaan pertemuan untuk penyelesaian masalah dengna masyarakat setempat terpaksa di undur menjadi tgl 2/2-2012.

Sementara Walikota Merah Sakti, SH dalam acara pertemuan dengan masyarakat Lae Langge yang bersengketa mengatakan pihaknya tetap melindungi masyarakat dan berpihak kepada masyarakat bukan sama perusahaan, saya berada dibelakang kalian untuk membela asalkan dijalan yang benar tidak berbuat anarkis, tegas Sakti.

Sedangkan Camat Sultan Daulat Baginda Nasution, SH saat dikonfirmasi mengatakan saya (Camat) menginginkan semua janji-janji pihak Perusahaan yang sudah ditandatangani mulai dari tahun 1999 seperti uang masyarakat sebesar Rp. 70.000.000 kepada Perusahaan untuk pembangunan jalan di Kampong Lae Langge sampai saat ini belum terlaksana agar segera dilaksanakan, demikian juga perjanjian yang lain seperti Pembangunan Mesjid, membangun Kebun Plasma dan lain-lain, untuk direalisasikan kalau tidak bisa sekaligus secara bertahap namun pasti pungkas Baginda. (RB).
Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa