SUBULUSSALAM. Aceh News - PT. Asdal Prima Lestari komodite perkebunan Kelapa
sawit milik Edison warga Sumut-Medan seluas 5047 ha berlokasi di Daerah Pemko
Subulussalam tepat di Kampung Lae Langge Kecamatan Sultan Daulat selalu
mengumbar janji kepada masyarakat setempat, namun tidak pernah ditepati.
Akibatnya masyarakat kesal dan berunjuk rasa pada hari Rabu (25/01/2012) ke
Perusahaan tersebut.
Dengan membacakan tuntutan
agar semua perjanjian /kesepakatan bersama yang sudah ditanda tangani pihak
manajemen Perusahaan direalisasikan segera, apabila tidak ditepati masyarakat
akan memblokade semua aktivitas perusahaan.
Namun semua tuntutan
masyarakat tidak dapat disahuti pihak perusahan dengan alasan pemilik
perusahaan Edison tidak berada ditempat, sehingga pengunjuk rasa meminta agar
dihadirkan pada hari kamis (26/01/2012) bersama Walikota Subulussalam Merah
Sakti, SH untuk bertemu di Kantor Walikota.
Walaupun sudah dikabari
dimohon agar hadir dalam pertemuan tersebut Edison pengusaha keturunan Tionghoa
tersebut tetap saja tidak mau hadir menganggap sebelah mata dengan kata lain
menganggap sepele terhadap Walikota/masyarakat subulussalam, padahal Walikota
Merah Sakti, SH pada saat itu sedang berada di luar Daerah untuk kepentingan Dinas
terpaksa pulang ke Subulussalam menghadiri pertemuan yang diminta masyarakat. Dengan tidak hadirnya Edison
pemilik Perusahaan pertemuan untuk penyelesaian masalah dengna masyarakat
setempat terpaksa di undur menjadi tgl 2/2-2012.
Sementara Walikota Merah
Sakti, SH dalam acara pertemuan dengan masyarakat Lae Langge yang bersengketa
mengatakan pihaknya tetap melindungi masyarakat dan berpihak kepada masyarakat
bukan sama perusahaan, saya berada dibelakang kalian untuk membela asalkan
dijalan yang benar tidak berbuat anarkis, tegas Sakti.
Sedangkan Camat Sultan Daulat
Baginda Nasution, SH saat dikonfirmasi mengatakan saya (Camat) menginginkan
semua janji-janji pihak Perusahaan yang sudah ditandatangani mulai dari tahun
1999 seperti uang masyarakat sebesar Rp. 70.000.000 kepada Perusahaan untuk
pembangunan jalan di Kampong Lae Langge sampai saat ini belum terlaksana agar segera
dilaksanakan, demikian juga perjanjian yang lain seperti Pembangunan Mesjid,
membangun Kebun Plasma dan lain-lain, untuk direalisasikan kalau tidak bisa
sekaligus secara bertahap namun pasti pungkas Baginda. (RB).



