BANDA
ACEH, Aceh News - Tsunami Disaster Mitigation Research
Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh akan meluncurkan
rumah tahan gempa berbahan busa.dengan hanya Rp 67 juta
"Rumah tahan gempa ini akan dibangun di sejumlah
kabupaten/kota di Aceh yang merupakan kawasan rawan gempa," kata Humas
TDMRC Unsyiah Neubrina Riskia di Banda Aceh, Selasa (24/01/2012).
Dalam keterangannya, Rektor
Unsyiah Darni Daud yang
meresmikan rumah tahan gempa mengatakan,
di masa yang akan datang pemerintah dan masyarakat Aceh harus
benar-benar mengikuti pedoman pembangunan gedung dan rumah yang tahan gempa, mengingat
kondisi Aceh yang sanga rentan terhadap bencana gempa
“Usaha pemerintah dengan membangun ribuan rumah bagi
masyarakat miskin di Aceh merupakan salah hal yang sangat bagus dan patut kita
hargai. Namun, rumah-rumah tersebut seharusnya juga kuat dan tahan gempa.”
Jelasnya
Dijelaskannya, pembangunan rumah tahan gempa yang turut didukung MDF dan UNDP
DRR-A telah diusulkan dan dibangun di sejumlah kawasan dengan bahan yang
berbeda-beda.
"Semua model rumah yang dibangun memiliki kelebihan dan kekurangan,"
katanya.
Karenanya, TDMRC mengembangkan rumah dengan sistem pra-cetak yang memiliki
sejumlah kelebihan seperti dalam pengawalan mutu, percepatan produksi dan
pelaksanaan pembangunan.
Ia menambahkan, pemilihan bahan untuk mengurangi berat setiap komponen
pra-cetak mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan di lokasi pekerjaan
karena akan menentukan perlu tidaknya alat berat (crane) dalam memasang/merakit
komponen.
"Rumah sistim pra-cetak menggunakan bahan beton ringan dengan menawarkan
kemudahan pelaksanaan karena tidak membutuhkan alat berat," katanya.
Selain peluncuran rumah riset tahan gempa, juga akan digelar workshop yang
menghadirkan Koordinator tim pelaksana pembuatan rumah riset tahan gempa
Abdullah dan Masyhur Irsyam, Head Lecturer, Geotechnical Engineering ITB. (van)



