Aceh Besar, Aceh News
SD Negeri Lam Isek Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar berada di tengah-tengah kawasan yang sangat parah di terpa tsunami akhir tahun 2004 silam. Di bawah pimpinan Trisnawati, S.Pd, Sekolah Dasar yang dibangun kembali oleh sebuah LSM asing ini kini terus berbenah, meskipun jumlah siswanya tergolong sedikit.
Di tengah semangat yang luar biasa dari kepala sekolah untuk meningkatkan prestasi sekolah agar bisa bersanding dengan sekolah-sekolah lainnya di Aceh Besar, persoalan kurangnya sarana pendukung menjadi kendala tersendiri. Aneh memang rasanya jika di era teknologi seperti saat ini ditambah lagi dengan adanya anggaran yang begitu besar disediakan oleh Pemerintah Aceh untuk sektor pendidikan, ternyata masih ada sekolah negeri yang tidak memiliki satu unitpun komputer, sementara ada sekolah-sekolah lain yang malah memiliki laboratorium dengan puluhan unit komputer di dalamnya. Namun apa yang terjadi di SD Negeri Lam Isek Kecamatan Peukan Bada adalah sebuah kenyataan.
Kepada Aceh News, Kepala Sekolah Trisnawati, S.Pd menyebutkan bahwa untuk mendukung kegiatan administrasi di sekolah yang dipimpinnya sejak setahun ini dirinya harus menggunakan laptop milik pribadinya.
Salah seorang wali murid, Mahdi mengharapkan agar Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat lebih peduli kepada sekolah-sekolah di kawasan pinggiran seperti halnya SD Negeri Lam Isek ini, karena hal ini akan berpengaruh bagi pengembangan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, Jika hal ini tidak menjadi perhatian pemerintah maka proses pembelajaran di sekolah ini tidak akan efektif seperti sekolah-sekolah lainnya. Disamping itu animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke sekolah ini juga menjadi rendah.
"Sekarang banyak anak-anak warga sekitar sekolah ini yang sekolah ke sekolah lain yang jauh dari desa mereka yang tentu saja harus mengeluarkan banyak biaya," katanya.
Mahdi juga mengharapkan adanya perhatian dari anggota DPRK Aceh Besar khususnya yang berasal dari daerah pemilihan kecamatan Peukan Bada dan sekitarnya untuk membantu sekolah ini dengan dana aspirasi mereka ataupun mendorong Pemkab untuk meberikan perhatiannya kepada sekolah ini. (Red)
SD Negeri Lam Isek Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar berada di tengah-tengah kawasan yang sangat parah di terpa tsunami akhir tahun 2004 silam. Di bawah pimpinan Trisnawati, S.Pd, Sekolah Dasar yang dibangun kembali oleh sebuah LSM asing ini kini terus berbenah, meskipun jumlah siswanya tergolong sedikit.
Di tengah semangat yang luar biasa dari kepala sekolah untuk meningkatkan prestasi sekolah agar bisa bersanding dengan sekolah-sekolah lainnya di Aceh Besar, persoalan kurangnya sarana pendukung menjadi kendala tersendiri. Aneh memang rasanya jika di era teknologi seperti saat ini ditambah lagi dengan adanya anggaran yang begitu besar disediakan oleh Pemerintah Aceh untuk sektor pendidikan, ternyata masih ada sekolah negeri yang tidak memiliki satu unitpun komputer, sementara ada sekolah-sekolah lain yang malah memiliki laboratorium dengan puluhan unit komputer di dalamnya. Namun apa yang terjadi di SD Negeri Lam Isek Kecamatan Peukan Bada adalah sebuah kenyataan.
Kepada Aceh News, Kepala Sekolah Trisnawati, S.Pd menyebutkan bahwa untuk mendukung kegiatan administrasi di sekolah yang dipimpinnya sejak setahun ini dirinya harus menggunakan laptop milik pribadinya.
Salah seorang wali murid, Mahdi mengharapkan agar Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat lebih peduli kepada sekolah-sekolah di kawasan pinggiran seperti halnya SD Negeri Lam Isek ini, karena hal ini akan berpengaruh bagi pengembangan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, Jika hal ini tidak menjadi perhatian pemerintah maka proses pembelajaran di sekolah ini tidak akan efektif seperti sekolah-sekolah lainnya. Disamping itu animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke sekolah ini juga menjadi rendah.
"Sekarang banyak anak-anak warga sekitar sekolah ini yang sekolah ke sekolah lain yang jauh dari desa mereka yang tentu saja harus mengeluarkan banyak biaya," katanya.
Mahdi juga mengharapkan adanya perhatian dari anggota DPRK Aceh Besar khususnya yang berasal dari daerah pemilihan kecamatan Peukan Bada dan sekitarnya untuk membantu sekolah ini dengan dana aspirasi mereka ataupun mendorong Pemkab untuk meberikan perhatiannya kepada sekolah ini. (Red)


