- KAPOLRES Agara, AKBP Arsyad KH: “Kami masih menyelidikinya. Jadi, belum bisa menduga apakah korban dibunuh atau meninggal karena sebab lain”.
"Kami masih menyelidikinya. Jadi, belum bisa menduga apakah korban dibunuh atau meninggal karena sebab lain," ujar Kepala Kepolisian Resor Aceh Tenggara, Ajun Komisaris Besar Arsyad KH, saat dihubungi, Minggu.
Arsyad menuturkan, penemuan tubuh korban berawal dari kecurigaan seorang warga yang melintas di Jalan Kutacane-Medan, Desa Lawe Dua, saat melihat sebuah sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan tersebut sekitar pukul 02.00. Warga tersebut lalu mendekati sepeda motor tersebut.
Di dekat sepeda motor itu ada parit. Warga tersebut melihat, di parit ada sesosok tubuh tergeletak. Dia lalu membawa mayat itu pulang ke rumahnya sebelum melaporkannya ke Kantor Polres Aceh Tenggara, kata Arsyad.
Polisi lalu membawa tubuh korban ke Rumah Sakit Umum Sahuddin di Kutacane. Hingga Minggu sore, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi terhadap tubuh korban. Untuk mengembangkan penyelidikan, polisi akan meminta keterangan warga yang kali pertama menemukan tubuh korban.
Ada luka di bagian kening dan lutut korban. Namun, polisi belum berani menyimpulkan apakah luka tersebut ada kaitannya dengan penyebab kematian korban.
"Kami belum bisa berspekulasi. Kami masih menunggu hasil autopsi rumah sakit," kata Arsyad. (kompas.com)


