Headlines News :
Home » , , » Ribuan Korban konflik Belum Tersentuh Bantuan

Ribuan Korban konflik Belum Tersentuh Bantuan

Written By ichsan on Senin, 13 Februari 2012 | 19.05


ACEH UTARA, Aceh News - Idris Amin (57) warga desa Mantang Seuke Pulot, dan  Abdurahman (60) warga Matang Serdang, keduanya  adalah masyarakat kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Mereka adalah warga yang terimbas perang jahanam beberapa tahun silam itu, tapi hingga kini belum tersentuh bantuan dalam bentuk apapun dari siapapun.

inilah kisah yang diceritakan Idris Amin yang menimpa dirinya: pada tahun 1990 ia menjadi salah satu korban penganiayaan, dia pernah dikontak listrik hingga kepalanya terjadi ganggguan. Dia pernah berobat demi kesembuhannya, tapi usahanya  itu tidak berbuah hasil. Hingga dia tidak mampu berobat lagi karena biaya yang tidak memungkinkan.Walaupun sesekali dia menjerit kasakitan karena dari imbas pemukulan itu dia biarkan berlalu saja. ”Karena saya tidak mampu berobat lagi.”

Namun pada tahun 2001 ia juga sering kali mendapatkan pemukulan,  tapi pemukulan kali ini tidak separah pada tahun 90-an itu. Hingga usai konflik, dia yang berfrofesi petani tidak bisa lagi bekerja seperti biasanya. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan empat anak dan seorang istri ia juga harus bertani, walau dia sakit-sakitan.

Beberapa kali ia pernah mecoba membuat permohonan bantuan kepada pemerintah terkait, untuk mendapatkan biaya berobat. Tapi tak berbuah hasil, dan kini dia hanya pasrah saja, dengan sakit yang menggelinting tubuhnya itu.

Hal serupa juga terjadi pada Abdurrahman.  Ayah tujuh orang anak ini juga mendapatkan perilaku yang sama, yaitu terjadi pemukulan kepada dirinya pada pertengahan tahun 2003, ia dipukul ketika sekolompok orang menanyakan dimana keberdaan anaknya. Sebab anaknya itu adalah ‘pasukan Gerakan Aceh Merdeka.’ Tapi ia tidak bisa menunjukan keberadaan anaknya itu, karena tidak tahu, kemana rimbanya waktu itu. Tetapi sekawanan orang yang memakai seragam militer itu tidak mendengarkan , hingga dia dipukuli dan mengeluarkan darah lewat mulut.

Akibat dari pemukulan Sembilan tahun silam itu, hingga kini masih ditanggungnya.  dan pernah beberapa kali ia membuat permohonan bantuan untuk biaya pengobatan, sayang, peromohonan itu tak tau lagi kemana rimbanya dan tak ada bantuan yang mengalir kepadanya. Inilah sepenggal kisah yang dicerita Munawar (25) anak ke tiga dari Abdurrahman yang menimpa ayahnya.” Saya berharap pemerintah mau memberikan bantuan untuk biaya berobat.”

Lanjut Munawar, ayahnya selaku petani tidak lagi mampu untuk bekerja keras, kalau bekerja keras sesekali sakit di dadanya itu yang membuatnya terjerit kesakitan. “kalau ayah berobat, sekali berobat itu Rp. 100 ribu. Jadi dari mana uang sebanyak itu setiap kali berobat, hingga akhirnya ayah tidak berobat lagi,”jelasnya.

Ketua LSM Acheh Future Razali Yusuf yang dihubungi media ini, ia memita pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk menggaudit dana yang sudah disalurkan kepada BRA, karena, menurutnya, dana tersebut masih banyak yang harus diperjelas, sebab ribuan korban konflik yang sudah melaporkan kepadanya belum mendapatkan bantuan.

“kita meminta kepada pemerintah, rakyat yang terkena imbas dari konflik agar disalurkan bantuan. Karena itu memang jatah mereka,”ungkapnya Senin (13/02/2012). (Jamal)
Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa