BANDA
ACEH, Aceh News - Ali mochtar ngabalin datang sebagai
penceramah di Maulid Nabi Muhammad yang digelar dihalaman kantor Golkar Aceh. Tokoh
Papua dan politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin meminta, semua elit politik dan
masyarakat menjaga perdamaian yang telah dicapai dengan susah payah
"Warna boleh beda, tapi jika bicara soal
perdamaian dan masa depan Aceh tidak boleh berbeda. Karena memperoleh damai
Aceh ini mengorbankan ribuan tetesan darah," ujar Ngabalin di hadapan
Gubernur Irwandi dan sejumlah elit politik Aceh yang hadir di kantor Golkar,
Senin (06/02/2012).
Ngabalin menambahkan, saat perjanjian damai diteken
di Helsinki, itu adalah tidak awal menjaga perdamaian Aceh. Ia pun mengutip
pernyataan almarhum Hasan Tiro saat kembali ke Aceh setelah 30 tahun menetap di
luar negeri. "Di dalam perang kita harus berkorban baik jiwa
dan raga, tapi di dalam perdamaian ini kita harus lebih banyak berkorban. Dan,
jika perang itu mahal, maka memeliharanya jauh lebih sangat mahal," ujar Ngabalin."mari
peliharalah perdamaian ini untuk masa depan dan kesejahteraan anak cucu kita
nantinya
Ia pun bercerita
suatu ketika nabi Muhammad mencium tangan seorang buruh pemecah batu dan
pengangkat pasir untuk menafkahi keluarganya. "Nabi mau mencium tangan
orang seperti itu, tidak seperti kita saat ini yang hanya mencium tangan yang
mulus dan yang punya fulus" katanya. "Untuk apa kita Serambi Mekkah kalau akal kita
tidak seperti akhlak nabi. Serambi Mekkah itu tidak ada dua di Indonesia ini
Cuma satu yaitu aceh " ujarnya.
Ali juga mengatakan, Aceh harus dipersiapkan lebih
baik untuk masa depan."Gunakan kebijakan politik untuk mengurus Aceh dan
anak Aceh dengan baik, karena Aceh sudah menderita sangat lama dan itu jangan
sampai terulang kembali ujarnya.
Ketua Golkar Aceh Sulaiman Abda mengatakan pihaknya
sengaja mengundang Ali Moechtar Ngabalin karena peringatan maulid Nabi Muhammad
tahun ini berdekatan dengan pesta demokrasi. "Itulah sebabnya kami sengaja
mendatangkan Teungku Chik Ali Mochtar Ngabalin dari papua, guna menyampaikan
siraman rohani dan pencerahan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah,"
jelasnya. (van)


