BANDA ACEH, Aceh News - Sidang paripurna DPRA tentang penetapan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh, Selasa (31/01/2012) diwarnai dengan aksi
demonstrasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Unsyiah. Mereka
menilai DPRA secara sengaja tak prioritaskan pembahasan APBA karena kisruh
Pemilukada.
Aksi puluhan pendemo yang berlangsung di luar gedung
DPRA tersebut mengecam DPRA yang terkesan lelet dalam membahas dan mengesahkan
APBA tahun 2012. Mereka juga menilai bahwa DPRA terkesan tidak serius dalam
membahas APBA tiap tahunnya.
"APBA seharusnya menjadi prioritas utama DPRA
dalam beberapa bulan ini. Pembahasan APBA merupakan hal urgent karena terkait
dengan masa depan kehidupan rakyat Aceh," kata Presiden Mahasiswa Unsyiah,
Furqan Ishak Aksa dalam orasinya
Furqan mengklaim DPRA terkesan sengaja tidak bekerja sama
sekali dalam membahas APBA dan sengaja tidak memprioritaskan pembahasan APBA
karena lebih tertarik membahas hal-hal yang bersifat politis seperti polemik
Pemilukada. Pihaknya juga mendesak DPRA agar tidak lagi mengulangi hal yang
sama pada dua tahun mendatang dan ini
menunjukan bahwa kinerja anggota dewan sekarang sangat buruk
"Jika tahun depan DPRA masih juga lelet dalam
membahas APBA, tahun depan, lebih baik para anggota DPRA mundur saja karena
mereka bukan orang yang layak menjadi anggota dewan sebelum mahasiswa mengambil alih fungsi DPRA
sebagai wakil rakyat Aceh," tegasnya.
Dalam aksi tersebut mereka juga membawa spanduk
bertuliskan 'DPRA kembali pertahankan rekor gelar terlelet se-Indonesia' dan
'Dewan Peuhancoe Rakyat Aceh'. Tidak hanya spanduk, mereka juga memberikan
piagam gelar master kepada DPRA.
Pemberian gelar master Dewan terlelet se-Indonesia
oleh Furqan Ishak Aksa kepada ketua DPRA Hasbi Abdullah yang didampingi oleh
Amir Helmi. Setelah menerima piagam tersebut, kedua pimpinan dewan langsung
meninggalkan aksi demo. (van)



