Kegiatan peresmian tersebut ditandai dengan
penandatanganan prasasti oleh Ketua Dekranasda Aceh Dra Hj Maslaila Bukhari, disusul
pemotongan pita pembukaan gedung, sekaligus peninjauan ke dalam gedung
Dekranasda yang diikuti seluruh pejabat dan undangan yang hadir.
Dalam sambutannya, Bukhari Daud mengharapkan dengan
adanya Gedung Promosi Dekranasda agar dapat lebih memacu serta memotivasi para pengrajin
untuk terus berkarya guna meningkatkan pendapatannya. Secara administrasi
pemerintahan, Bupati Aceh Besar mengharapkan melalui kehadiran Gedung Promosi
Dekranasda kelak dapat menjadi sumber penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain itu, karena letak gedung promosi
tersebut di lintasan menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang
Bintang, diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin membeli
souvenir sebagai cenderamata. “Kehadiran Gedung Promosi Dekranasda akan terus meningkatkan
harkat serta martabat daerah, khususnya Aceh Besar dengan menjual produk
unggulan,” tandas Bukhari.
Dikatakannya, sebelum tahun 2007, belum ada
binaan khusus bagi para pengrajin di daerah itu sehingga model produk yang
dihasilkan tidak seragam. Namun kemudian dilakukan pembenahan. Dalam hal ini,
Dekranasda dan instansi terkait sangat berperan.
Bupati Bukhari Daud juga mengemukakan, sebagai upaya
meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, dalam waktu dekat Pemkab Aceh Besar
akan meresmikan penggunaan 12 pasar tradisional dari sejumlah kecamatan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pasar Kota Jantho, Selasa 21 Februari mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Aceh
Besar Hj Maslaila mengungkapkan, ide pendirian gedung promosi itu diawali
melalui sebuah pelatihan yang didukung Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR)
Aceh-Nias serta berlangsung di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya. “Kepada pihak
BRR, kami memohon dukungannya agar di Aceh Besar dibangun sebuah gedung Promosi
Dekranasda yang representatif. Alhamdulillah, permintaan ini direalisasikan
oleh pihak BRR,” ungkap Maslaila.
Senada dengan itu, Kadisperindagkop dan UKM Aceh
Besar, Rizal Juneidi SE melaporkan, hingga kini paling tidak terdapat 12 produk
andalan di Aceh Besar. Namun selama ini 60% di antaranya belum dipatenkan. Di
samping itu, faktor pemasaran juga masih menjadi kendala tersendiri. Dengan
demikian, kehadiran Gedung Promosi Dekranasda Aceh Besar akan lebih
menggairahkan, meningkatan mutu, serta produk yang dihasilkan para pengrajin.
"Insya Allah gedung ini pioner dalam mengembangkan dan promosi hasil-hasil
para pengrajin tradisional Aceh Besar," tandas Rizal Juneidi. (md)


