Headlines News :
Home » » Pemkab Abes dan Unnes Hijaukan SMAN Unggul A Hasjmy

Pemkab Abes dan Unnes Hijaukan SMAN Unggul A Hasjmy

Written By ichsan on Senin, 13 Februari 2012 | 19.29


KOTA JANTHO, Aceh News - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan pencanangan penanaman konservasi yang dipusatkan di SMAN 2 Unggul Prof A. Hasjmy, Desa Lam Ilie Ganto,  Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (14/02/2012). Gerakan untuk menjadikan lahan sekolah sebagai green school (sekolah hijau) tersebut ditandai dengan penanaman pohon yang dilakukan Bupati Aceh Besar, DR Bukhari Daud MEd bersama Rektor Unnes, Prof DR. Sudijono Sastroatmodjo.

Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud menjelaskan, upaya menjadikan areal sekolah sebagai kawasan lahan hijau harus didukung semua pihak. Apalagi, kegiatan penghijauan tersebut sebagai langkah menanam harapan untuk menyongsong masa depan generasi muda bangsa. “Pembangunan SMAN 2 Unggul A Hasjmy terus dipacu dan diharapkan sekitar bulan Juli 2012 sudah dapat dioperasikan. Lahan yang tersedia di sini seluas 12 hektare, sehingga sangat tepat dijadikan sebagai lahan hijau yang dapat ditanami berbagai tanaman khas dan andalan yang dimiliki Aceh Besar, seperti langsat, rambutan, mangga, nangka, bahkan durian,” ungkapnya.

Kadis Pendidikan Aceh Besar, Drs Fadhlan mengungkapkan, kehadiran sekolah unggul sangat mendukung program Pemkab untuk meningkatkan SDM yang berkualitas. Bahkan, menurutnya, sekarang  telah ada sejumlah mahasiswa, termasuk dari Kecamatan Pulo Aceh dan Lhoong, yang khusus dikirim untuk menimba ilmu pada sejumlah perguruan tinggi terbaik yang ada di Pulau Jawa maupun Sumatera. Dengan demikian diharapkan lulusan sekolah unggul ini kelak dapat melanjutkan studi serta bersaing dan bersanding dengan generasi muda lainnya di universitas favorit di Indonesia.

Kegiatan pencanangan penanaman konservasi tersebut turut dihadiri Sekdakab Drs Zulikifli Ahmad MM, para Asisten Setdakab, kepala SKPD, unsur Muspika Indrapuri, para kepala sekolah, dan 109 orang sarjana terdidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T) program guru Unnes yang ditempatkan di Kabupaten Aceh Besar. Peserta SM3T itu saat ini mengajar dan tersebar di wilayah terpencil, seperti Pulo Aceh, Lampanah Lengah, dan Lhoong .

  • Beasiswa Unnes

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmojo di depan Bupati Aceh Besar dan jajarannya yang hadir, menyatakan, tahun ini  lembaga pendidikan yang dipimpinnya menerima 7.500 calon mahasiswa baru. Dari jumlah itu, 1.500 calon mahasiswa di antaranya dipriotaskan bagi generasi muda asal Tanah Rencong serta dari daerah kepulauan, terluar, serta tertinggal di Indonesia. ”Bahkan, jika secara akademik mereka unggul, namun orangtuanya tidak memiliki biaya yang cukup, pihak Unnes akan memberi beasiswa, sekaligus uang saku. Ini merupakan peluang bagi generasi muda, termasuk asal Aceh,” papar Rektor Unnes, yang disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

Bupati Aceh Besar juga menyambut baik rencana Rektor Unnes yang akan menerima 1.500 mahasiswa asal Aceh untuk dididik sebagai calon guru. Hal menggembirakan lainnya, tambah Bukhari Daud, sesuai pembicaraan dirinya dengan Prof Sudijono Sastroatmojo, pihak Universitas Semarang akan menanggung biaya kuliah selama empat tahun studi  bagi calon mahasiswa yang secara akademik berprestasi , tapi tak mampu secara ekonomi.(mrd)



Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa