KOTA JANTHO, Aceh News -
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes)
melakukan pencanangan penanaman konservasi yang dipusatkan di SMAN 2 Unggul
Prof A. Hasjmy, Desa Lam Ilie Ganto, Kecamatan Indrapuri, Aceh
Besar, Selasa (14/02/2012). Gerakan untuk menjadikan lahan sekolah sebagai
green school (sekolah hijau) tersebut ditandai dengan penanaman pohon yang
dilakukan Bupati Aceh Besar, DR Bukhari Daud MEd bersama Rektor Unnes, Prof DR.
Sudijono Sastroatmodjo.
Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud menjelaskan, upaya
menjadikan areal sekolah sebagai kawasan lahan hijau harus didukung semua
pihak. Apalagi, kegiatan penghijauan tersebut sebagai langkah menanam harapan
untuk menyongsong masa depan generasi muda bangsa. “Pembangunan SMAN 2 Unggul A
Hasjmy terus dipacu dan diharapkan sekitar bulan Juli 2012 sudah dapat
dioperasikan. Lahan yang tersedia di sini seluas 12 hektare, sehingga sangat
tepat dijadikan sebagai lahan hijau yang dapat ditanami berbagai tanaman khas
dan andalan yang dimiliki Aceh Besar, seperti langsat, rambutan, mangga,
nangka, bahkan durian,” ungkapnya.
Kadis Pendidikan Aceh Besar, Drs Fadhlan
mengungkapkan, kehadiran sekolah unggul sangat mendukung program Pemkab untuk
meningkatkan SDM yang berkualitas. Bahkan, menurutnya, sekarang telah
ada sejumlah mahasiswa, termasuk dari Kecamatan Pulo Aceh dan Lhoong, yang
khusus dikirim untuk menimba ilmu pada sejumlah perguruan tinggi terbaik yang
ada di Pulau Jawa maupun Sumatera. Dengan demikian diharapkan lulusan sekolah
unggul ini kelak dapat melanjutkan studi serta bersaing dan bersanding dengan
generasi muda lainnya di universitas favorit di Indonesia.
Kegiatan pencanangan penanaman konservasi tersebut
turut dihadiri Sekdakab Drs Zulikifli Ahmad MM, para Asisten Setdakab, kepala
SKPD, unsur Muspika Indrapuri, para kepala sekolah, dan 109 orang sarjana
terdidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T) program guru Unnes
yang ditempatkan di Kabupaten Aceh Besar. Peserta SM3T itu saat ini mengajar
dan tersebar di wilayah terpencil, seperti Pulo Aceh, Lampanah Lengah, dan
Lhoong .
- Beasiswa Unnes
Sementara itu, Rektor Unnes Prof Sudijono
Sastroatmojo di depan Bupati Aceh Besar dan jajarannya yang hadir, menyatakan,
tahun ini lembaga pendidikan yang dipimpinnya menerima 7.500 calon
mahasiswa baru. Dari jumlah itu, 1.500 calon mahasiswa di antaranya
dipriotaskan bagi generasi muda asal Tanah Rencong serta dari daerah kepulauan,
terluar, serta tertinggal di Indonesia. ”Bahkan, jika secara akademik mereka
unggul, namun orangtuanya tidak memiliki biaya yang cukup, pihak Unnes akan
memberi beasiswa, sekaligus uang saku. Ini merupakan peluang bagi generasi
muda, termasuk asal Aceh,” papar Rektor Unnes, yang disambut tepuk tangan
hadirin yang hadir.
Bupati Aceh Besar juga menyambut baik rencana Rektor
Unnes yang akan menerima 1.500 mahasiswa asal Aceh untuk dididik sebagai calon
guru. Hal menggembirakan lainnya, tambah Bukhari Daud, sesuai pembicaraan
dirinya dengan Prof Sudijono Sastroatmojo, pihak Universitas Semarang akan
menanggung biaya kuliah selama empat tahun studi bagi calon
mahasiswa yang secara akademik berprestasi , tapi tak mampu secara ekonomi.(mrd)


