Headlines News :
Home » , » Illiza harap Aceh Institute Jadi Mitra Kerja Pemko

Illiza harap Aceh Institute Jadi Mitra Kerja Pemko

Written By ichsan on Sabtu, 04 Februari 2012 | 20.48


BANDA ACEH, Aceh News - Sebagai  lembaga riset independen yang didirikan dengan semangat untuk meningkatkan kontribusi kalangan intelektual dalam usaha meningkatkan pembangunan dan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat Aceh, Aceh Institute (AI) di harapkan dapat menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Banda Aceh dalam proses perencanaan pembangunan.

Demikiaan harapan Wakil Walikota Banda Aceh saat meresmikan kantor Aceh Institute, Rabu pekan lalu, di Jalan Lingkar kampus Gampong Limpok Aceh Besar, tepatnya di belakang Fakultas Kedokteran Universitas syiah Kuala.

Pada Acara yang juga di hadiri oleh Rektor IAIN Prof Dr Farid wajidi MA, para anggota Dewan Dakwah Kota Banda Aceh, para Akedemisi IAIN dan Unsyiah dan Keuchik gampong Limpok, lebih lanjut Illiza menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi tinggi kepada Aceh Institute yang selama ini telah banyak membantu Pemerintah kota Banda Aceh, terutama pada project musrenbang.

Pada kesempatan tersebut, Illiza berharap kepada Lembaga Riset, yang salah satu misinya meningkatan peran akademisi dalam penguatan institusi pemerintah dengan cara mendorong penyusunan kebijakan berbasis riset, dan konsultansi intelektual ini untuk dapat mendiskusikan masalah perluasan Kota Banda Aceh yang dirasakan sangat kecil wilayahnya untuk sebuah ibukota Provinsi. “Untuk ukuran Ibukota Provinsi, saya rasa sangat kecil lokasi Banda Aceh ini, tolonglah teman-teman di Aceh Institute mendiskusikan hal ini sehingga bisa mencari solusinya” pinta Illiza.

Sementara itu, DR Nazamuddin MA selaku Pembina Aceh Institue mengatakan Lembaga Riset Aceh Institute ini merupakan lembaga riset yang telah mendunia. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh AI adalah Penelitian, Survey, Assesment, Penguatan Kebijakan Pemerintah Berbasis Riset, Penerbitan dan Diseminasi Pemikiran, Diskusi Rutin, Kajian, Seminar dan Konfrensi, Penyediaan Data dan Kepustakaan serta Penyediaan Wadah dan Peningkatan Kapasitas Intelektual.

Dikatkannya lagi, Aceh Institue juga mempunyai cafee yang dinamai Lingka Kupi dan juga menyediakan perpustakaan. “Dengan adanya perpustakaan dan cafee, pengunjung bisa menikmati kopi sambil membaca dan menulis” ujar Nazamuddin yang juga akademisi Fakultas Ekonomi Unsyiah ini. (MA)

Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa