KUTACANE, Aceh News - Pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaan jalan di
Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) 2012 diplotkan sebesar Rp 38,5 miliar. Dana
tersebut bersumber dari DAK Rp 4,7 miliar, DAU Rp 1,8 miliar, dan Otonomi
Khusus (Otsus) sebesar Rp 32 miliar.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Dan
Cipta Karya (BMCK) Aceh Tenggara, Ramadhan ST, Kamis (16/02/2012) mengatakan,
proyek-proyek itu akan mulai dilaksanakan seusai tender pada April 2012.
Disebutkan, sebagian besar pembangunan jalan dan jembatan itu berdasarkan
permintaan masyarakat kepada Bupati Agara, Hasanuddin B saat berkunjung ke
kecamatan atau desa-desa.
Untuk jalan, sebutnya, hanya satu proyek yakni
pembangunan jalan utama di satu lokasi. Lainnya, pembangunan sarana produksi
pedesaan di 50 lokasi, rehab jalan dan jembatan di tujuh lokasi serta
pemeliharaan rutin jalan kabupaten sebesar Rp 800 juta. Dia menyebutkan,
sebagian besar penduduk Agara bergerkan dalam sektor pertanian, sehingga sektor
ini butuh perhatian khusus.
Sementara, dana penanggulangan bencana banjir
diplotkan sebesar Rp 17 miliar. Kepala Dinas Pengairan Aceh Tenggara, Ir M
Husein MM, mengatakan dana tersebut bersumber dari dana Otsus 2012 dan
digunakan untuk menanggulangi bencana dari Sungai Alas dan Bulan, di antaranya
program penguatan tebing pada daerah rawan bencana banjir.
Dia menjelaskan dana itu lebih banyak diplotkan untuk pembuatan saluran irigasi
sawah dan lahan kebun, termasuk kolam ikan warga.
Ditambahkan, pihaknya sedang memproses lelang
paket pekerjaan dan setelah ada pemenang yang diumumkan secara resmi, proyek
akan dapat dilaksanakan. Dia menegaskan, pekerjaan itu sangat penting dan harus
dilaksanakan secepatnya karena menyangkut kepentingan orang banyak, terutama
antisipasi banjir.
Menanggapi hal ini Datuk Raja Mat
Dewa Ketua Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Agara mengatakan, jikalau Dana
Jalan dan Jembatan sedemikian wah, dan dana pemeliharaan jalan sebesar Rp. 800
Juta saya rasa jalan yang ada di Aceh Tenggara ini tidak banyak yang sompel dan
bolong-bolong sindir Datuk Raja Mat Dewa.
Contohnya seperti Jalan Negara di
Kecamatan Semadam dimana jalan ini sudah tahunan tetap saja seperti itu,dan
jikalau hujan turun Jalan tersebut seperti kubangan kerbau (Sambil
Memperlihatkan Photo Jalan Negara Di Kecamatan Semadam) jadi enggak usahlah ngomong
besarnya Dana Buktikan,karena Masyarakat sekarang ini bukan ingin dan besarnya
dana tersebut tapi ingin bukti jangan hanya ngomong saja dana pemeliharaan
jalan itu ada Pungkas Datuk Raja Mat Dewa (Hajirin)


