
ACEH UTARA, Aceh News.
Belum sempat terungkapnya kasus penembakan delapan Buruh PT Setya Agung dua pekan lalu, kembali berlanjut dengan aksi penembakan Zulfikar (26) sang Mandor CV Cimita Rata yang merupakan sub Kontraktor PT Setya Agung yang terjadi pada Sabtu Malam, 10 Desember lalu di kawasan Blang Mangat, Lhokseumawe.
Diperkirakan sekitar pukul 20.30WIB. Mobil Escudo silver BK 1338 FL yang dikenderai zulfikar sempat disuruh berhenti oleh dua pengendara sepeda motor (sepmor) jenis bebek, dikarenakan tidak mau berhenti, zulfikar ditembak dari belakang oleh dua pria yang tidak dikenal dengan menggunakan senjata laras pendek atau jenis pistol.
Akibat dari penembakan tersebut dari keterangan kapolres kota Lhokseumawe AKBP Teguh Sentoso, Melalui kasat reskrimnya AKP Galih Indragiri mengatakan, terjangan peluru langsung mengenai ban kanan belakang escudonya, sehinga ia terpaksa berlari dengan kondisi ban mobil bocor, namun mobilnya tetap berjalan, meskipun berombang-ambing, pasalnya satu roda bergerak hanya dengan velag, kata kasat reskrim.
Namun kasus tersebut hingga saat ini masih belum terungkap, “Kami masih dalam penyelidikan, dan akan terus menyelidiki apa dibalik motif penembakan beruntun dari penembakan delapan buruh PT SA, hingga penembakan zulfikar” Ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, terkait kasus pemberondongan yang menewaskan tiga buruh PT SA dan lima lainnya kritis, pihak kepolisian sudah memeriksa 25 saksi, namun dalam keterangan sejumlah saksi yang terkait kasus tersebut belum mengarah ke tersangka. “ Kita sudah memeriksa 25 saksi, sejauh ini belum mengarah ke tersangka, tapi kita akan terus berupaya” tambah Galih. (Jamal)


