Headlines News :

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Indra Pingsan Saat Laga Gagal Persembahkan Emas

Written By ichsan on Selasa, 18 September 2012 | 00.51


RIAU, Aceh News - Atlet jalan cepat Kalbar yang juga pernah menjadi atlet andalan Indonesia, Indra gagal mempersembahkan medali untuk Kalbar. Setelah gagal di nomor 10.000 meter beberapa waktu lalu. Senin (17/09/2012) kemarin Indra gagal finish di nomor jalan cepat jarak 20.000 meter setelah pingsan di lap 17.

Kegagalan Indra menjadi kegagalan PASI Kalbar. Sebab atletik sama-sekali tidak mampu menyumbang medali emas. Atletik hanya mampu menyumbang dua perunggu dari nomor lompat jangkit.Di jalan cepat jarak 20.000 meter, medali emas direbut atlet Jawa Barat, Hendro yang berhasil finish dengan catatan waktu 1.29.35 detik.

Selain merebut emas, Hendro juga mempertajam rekor yang dipegangnya pada kejuaraan nasional Jatim Open 24 Maret 2012 lalu. Sebelumnya, rekor yang dipegang Hendro dengan catatan waktu 1.30.10 detik.

Sementara medali perak diraih pejalan cepat tuan rumah Riau Kristian L Tobing dengan catatan waktu 1.33.40 detik. Sementara perunggu disabet Sutrisno dari Jawa Tengah dengan catatan waktu 1.35.45 detik.

Indra yang memang digadang-gadangkan mampu menyumbang emas dari cabang atletik gagal total di PON XVIII Riau kali ini. Di jarak 10.000 ribu lalu, Indra hanya mampu finish di tempat ke empat. Di laga kemarin, Indra masih mampu bertanding hingga lebih kurang satu jam. Pelatih Atletik Kalbar, Adi Pani kemarin menuturkan, Indra terlalu letih sehingga kondisi Indra drop dan pingsan. Sehingga tak bisa melanjutkan pertandingan.

Dengan raihan ini, ungkap dia, artinya Atletik Kalbar di pentas PON ini hanya menyumbangkan dua medali perunggu. Masing-masing oleh Irwin Maulana di nomor lompat jangkit dan Feny Veronika juga di nomor lompat jangkit.

Adi Pani mengakui, hasil PON kali ini diluar target PASI Kalbar. “Kami harap ini tak mengecewakan masyarakat Kalbar, karena kami sudah berusaha yang terbaik,” kata dia.

Sementara di nomor 20.000 kilometer jalan cepat putri, emas dan perak direbut dua atlet Jawa Timur. Emas diraih Darwati dengan catatan waktu 1.45.01 detik. Sementara perak diraih Inayati dengan catatan waktu 1.46.38 detik. Perunggu di nomor ini disabet oleh Resa Wijayanti dari Jawa Tengah.(ukpi)

Nanik Suprayati Berpisah Dengan Indah

Written By ichsan on Minggu, 16 September 2012 | 23.33


RIAU, Aceh News - Cedera punggung yang dialami menjelang tampil di PON XVIII Riau tak membuat lifter angkat berat senior Kalbar ini patah semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Kalbar. Menjadi atlet non unggulan bahkan tak diproyeksikan untuk medali. Nanik Suprayati malah semakin semangat dan optimisme tinggi untuk meraih medali.

Dengan usaha yang sungguh-sungguh, Nanik mampu menjawab dengan sungguh gemilang sekaligus menjawab ia masih mampu bersaing dengan atlet muda lainnya.

Nanik, mampu meraih medali perak di kelas 63 kilo gram pada pertandingan yang dilaksanakan di Duta Mayang Garden Hote, Pekanbaru, Riau. Minggu (16/09/2012) kemarin.

Sejak ia menjadi atlet, ia telah menorehkan empat medali perak dan satu emas untuk Kalbar sejak tahun 1996 pada PON di Jakarta. Ia bercita-cita mengakhiri karirnya di angkat berat dengan persembahan prestasi yang baik. “Syukur saya bisa meraih medali pada PON kali ini. Yang akan menjadi PON terakhir bagi saya. Ini adalah akhir dari karir saya, dan kupersembahkan medali ini untuk Kalbar,” ujarnya sembari mengurai air mata bahagia usai pengalungan medali kemarin.

Tak berbeda dengan atlet lainnya. Kunci kesuksesan seorang atlet adalah berlatih dan sungguh-sungguh penuh semangat dan optimisme tinggi.

“Cedera punggung yang saya alami sangat tak menyangka saya akan menorehkan prestasi di PON sekarang. Namun saya terus berusaha bahwa saya bisa melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Nanik berbulat tekad, PON kali ini adalah yang terakhir. “Saya akan pensiun dari angkat berat. Dan semoga medali ini menjadi perpisahan yang indah antara saya, Kalbar, dan angkat berat di ajang PON,” tuturnya penuh haru dengan medali di lehernya. (ukpi)

Panjat Tebing Tak Mau Ambil Resiko


RIAU, Aceh News - Satu atlet panjat tebing Kalbar, Stephanus Yonathan memastikan satu tempat di babak final cabang panjat tebing nomor boulder perorangan putra. Pada PON XVIII Riau. Partai final akan digelar di kawasan Universitas Riau, Senin (16/09/2012) pagi.

Mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan menjelang final. Pelatih Panjat Tebing Kalbar Heri Supiyanto memilih tidak melakukan latihan ekstra. Alasannya, menghindari kemungkinan resiko terjadi pada atletnya.

Menurut Heri, akan sangat beresiko bagi atlet jika tetap menggelar latihan keras sehari menjelang pertandingan. "Saya instruksikan Yonathan untuk beristirahat saja. Namun bukan berarti tanpa latihan. Latihan tetap jalan, namun latihan ringan sekedar menjaga kondisi tubuh,” ujarnya kemarin.

Selain mempersiapkan stamin untuk berlaga di final. Heri juga tak melepas mengatur strategi agar Jonathan mampu tampil menjadi yang terbaik. Salah satunya, melakukan diskusi bersama atlet dan asisten pelatihnya. “Itu untuk mencari strategi, sekaligus membaca kekuatan lawan,” ungkapnya.

Heri menilai, sedikit banyak kekuatan peserta PON di cabang panjat tebing mulai mengalami pergeseran, ia mencontohkan, dominasi Jawa Timur mulai bergeser ke provinsi Jawa Barat.

Tim Kalbar menurut Heri tak pernah diperhitungkan di kancah nasional. Namun secara mengejutkan pada PON kali ini mampu menembus final. "Selama ini kita dianggap sebagai tim partisipan, tapi ternyata di PON kali ini kita mampu menembus babak final," ujar Hendro, asisten pelatih panjat tebing Kalbar.

Walau tampil mengejutkan dengan berhasil lolos ke babak final, Hendro lebih memilih untuk tetap mejadi tim underdog. 

"Karena sebagai tim unggulan tentunya punya beban mental tersendiri, sedangkan kalau sebagai tim non unggulan, atlet kita bisa tetap bermain lepas tanpa beban," ujar Hendro.(ukpi)

Biliar Masih Mencari Emas


RIAU, Aceh News - Hari ke enam pelaksanaan PON XVIII Riau kembali memberi keberuntungan meski tak semanis yang diharapkan. Cabang biliar yang masuk dalam catatan KONI Kalbar bisa menyumbang satu medali emas masih mencari sekeping emas untuk dipersembahkan.

Hanya saja, hingga kemarin cabang bola sodok ini masih belum mewujudkannya. Cabang biliar baru menyumbang tiga medali. Perak dari nomor double mix, Budi Sumarno dan Silvianan. Double putrid Dewi dan Silviana menyumbang perunggu. Dan Budi Sumarno perunggu di nomor nine bole single.

Medali perunggu yang diperoleh Silviana dan Dewi Paulina melalui nomor double putrid terjadi kemarin. pasangan muda ini tak mampu menjejakkan bermain di final setelah di semifinal dikalahkan pasangan Jawa Tengah, Amanda dan Tukma.

“Kami tak berhenti memburu emas yang ditargetkan. Atlet biliar Kalbar masih terus berjuang, dan semoga kami bisa memenuhi target itu,” ujar Sekum Pobsi Kalbar, Ngatiman kemarin.

Peluang meraih emas belum tertutup. Biliar hingga kemarin masih menyisakan beberapa nomor yang dipertandingkan. Kalbar masih memiliki wakilnya di nomor nine ball single putra dan putri. Double nine ball putra.

Di nine ball putra. Kalbar menempatkan dua atletnya di 16 besar yang baru akan bertanding hari ini. yakni Budi Sumarno dan Rico Herman.(ukpi)

Angkat Berat Tambah Medali di Kelas Non Proyeksi


RIAU, Aceh News - Telah mencapai target yang dibebankan KONI Kalbar, terhadap Pengprov PABBSI dengan dua medali emas yang ditorehkan dua hari lalu oleh Eka dan Evi. Dari cabang angkat berat masih menyusul sumbangan medali. Kali ini dari kelas yang sama sekali tidak ditargetkan. Bertanding di Duta Mayang Garden Hotel, Minggu (16/09/2012) kemarin. Satu dari tiga lifter Kalbar sukses menyumbang medali perak untuk Kalbar. Yakni dari kelas 63 kilo gram. Atas nama Nanik Suprayati.

Nanik tak bisa mengungguli lawannya, asal Lampung. Noviana Sari yang mampu membuat membuat total 578.2 kilo gram. Sedangkan Nanik hanya memiliki total angkatan 502 kilo gram. Di posisi ketiga, diraih atlet Lampung atas nama Mardiana Eka.

Dua kelas yang bertanding Minggu kemarin sama sekali tak diproyeksikan medali. Selain nomor tersebut dihuni lawan yang berat. Tiga lifter Kalbar yang turun kemarin seluruhnya atlet senior. Tumirah, Nanik, dan Siti Jamilah.

“Kita memang tak menargetkan medali di kelas ini. Bukan menyepelekan karena usia atlet kita yang tua, namun lawan yang dihadapi betul-betul berat,” ujar Achmadin Umar usai pengalungan medali kemarin.

Madin menambahkan, angkat berat hanya menargetkan di kelas 47, 52, dan 84. Karenanya, atas keberhasilan yang ditorehkan Nanik kemarin, Madin sangat kaget dan bahagia. Usai diketahui sebagai juara kedua, Madin kemarin langsung keluar dari arena dan hanya berdiam diri di luar hotel.

Torehan perak kemarin semakin memantapkan posisi Kalbar di peringkat lima belas. Dengan torehan 5 medali emas, 3 perak, dan 10 perunggu.

Tambahan satu medali emas disumbang dari cabang anggar yang sebelumnya hanya empat, masing-masing dua medali emas dari angkat berat, satu dari tarung derajat, dan satu lagi dari anggar floret putri.

Nanik yang ditemui usai pengalungan medali kemarin meluapkan kegembiraannya dengan air mata. “Sangat tidak menyangka, namun saya terus berusaha. Dan ini hasilnya. Semoga ini bisa menjadikan Kalbar lebih baik meski sebatas perak,” ujarnya.

Kalbar masih memiliki beberapa cabang yang diharapkan mampu menambah koleksi medali sekaligus mengamankan posisi peringkat nasional. Seperti biliar masih menyisakan beberapa nomor. Anggar tiga nomor salah satunya nomor potensi medali emas, dayung lolos ke babak final. Terjun payung, dan panjat tebing yang akan bertanding hari ini.

“Kita tetap ingin optimis, bisa memperbaiki peringkat. Dan melampaui perolehan medali pada PON di Kaltim,” ujar Sekum KONI Kalbar, Firdaus Zar’in kemarin yang diwawancarai saat menyaksikan angkat di berat. (ukpi)

KONI dan Pemprov Hargai Emas PON Rp 200 Juta

Written By ichsan on Sabtu, 15 September 2012 | 23.42

RIAU, Aceh News - KONI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah membulatkan tekad bersama, akan memberikan hadiah uang senilai Rp 200 juta kepada atlet Kalimantan Barat yang berhasil memboyong emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Riau, 6-20 September mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KONI Kalbar, Sy. Machmud Alkadrie dan Sekda Kalimantan Barat, M. Zeet Hamdy Assovie di hadapan atlet Kalbar dan kepada awak media pada malam pelepasan atlet PON Kalbar yang dilaksanakan di Hotel Mercure, Rabu malam lalu.

Anggaran tersebut menurut Machmud merupakan anggaran pemerintah provinsi Kalbar melalui perubahan anggaran tahun 2012. Perjuangan yang dilakukan pengurus KONI Kalimantan Barat untuk memberikan reward bagi para atlet yang berpretasi di kancah PON 18 Riau mendatang memberi harapan cerah bagi atlet. Pemerintah Provinsi Kalimantan barat telah mengucurkan dana segar sebesar Rp 8 miliar khusus untuk para atlet perah medali.

Ketua Umum KONI kalbar sy. Mahmud alkadrie memastikan bonus atlet peraih emas sebesar Rp 200 juta rupiah. Sementara itu bagi peraih perak dan perunggu besarnya sama seperti PON ke-17 di Samarinda.

Mahmud menjelaskan, para pelatih yang atletnya meraih medali juga bakal diberikan bonus. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar Cornelis yang memiliki kepedulian tinggi terhadap olahraga kalbar, dan terus mendukung perjuangan atlet daerah ini dalam berlaga di pesta olahraga terbesar di Indonesia itu. (uKPI)

Eka Komalasari: Pecahkan Dua Rekor Sekaligus

RIAU, Aceh News - Tak hanya menjadi peraih emas di kelas 47 kilo gram, namun sosok bernama lengkap Eka Komalasari, lifter angkat berat andalan Kalbar ini juga menorehkan prestasi Asia. Ia mampu memecahkan rekornya sendiri di tingkat nasional, juga rekor Asia. Dua rekor yang dipecahkan sama-sama di squat. Eka mempertajam rekor atas namanya sendiri di nasional dari rekor sebelumnya, 175 kilo gram. 

Untuk tingkat Asia, Eka memecahkan rekor squat yang dipegang atlet Jepang dari total 178 menjadi 181 kilo gram. Emas kali ini menjadi emas kedua di ajang PON setelah di PON Kaltim lalu ia juga mempersembahkan emas untuk Kalbar.


Gadis kelahiran Pontianak, 22 Januari 1990 ini menggeluti angkat berat sejak 2005. Berbagai prestasi ia renggut, mulai dari tingkat provinsi, nasional, bahkan Asia. Ia telah dua kali membawa bendera Indonesia di tingkat Asia pada kejuaraan Asia. Keduanya, ia menorehkan emas untuk Indonesia.

Ditemui usai pengalungan medali kemarin, soal tantangan dan beban medali yang ditargetkan padanya. Eka mengaku sangat beban, bahkan susah untuk tidur karena kepikiran takut tak bisa mewujudkan harapan pelatih, Pengda PABBSI, dan KONI Kalbar. “Susah tidur selalu kepikiran. Memang berat, namun setelah tahu hasilnya. Kini saya puas, terlebih lagi mampu memecahkan rekor,” ujarnya dengan senyum bahagia.

Soal lawan, Eka mengaku tantangan berat adalah Lampung yang sangat disiplin dan ketat pembinaannya. Akan tetapi, dari beberapa kali bertemu dengan atlet Lampung, rasa grogi dan lainnya lepas. “Yang ada hanyalah bagaimana mampu melakukan angkatan paling berat,” ungkapnya.

Putra pertama dari empat bersaudara buah hari pasangan Kasikin dan Kasinah ini kemarin tak bisa melepas senyum bahagia usai diketahui hasil keseluruhan total angkatan di kelas yang diikutinya. “Capek tapi bahagia, kupersembahkan emas ini untuk ibu dan bapak yang selalu mensupport, keluarga, pelatih, rekan-rekan. Dan Ibu Utin sebagai Ketua Bapora Kalbar,” ujarnya.

Tak lupa juga, Eka mengucap syukur kepada Allah atas kekuatan yang diberikan kepadanya. Baik saat bertanding atau mampu berlatih dengan giat sejak ia terjun ke angkat berat tujuh tahun silam.

Penampilan Eka kemarin sangat memukau. Pada angkatan squat, Eka mampu mengakta berat 181 kilo gram, beach press 172 kilo gram, deat lift 185 kilo gram. Sehingga total angkantannya 453.5 kilo gram. (ukpi)

Kalbar Akui Pembukaan PON Riau Spektakuler


RIAU, Aceh News - Kontingen Kalimantan Barat tetap bersemangat mengikuti pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII yang berlangsung di Stadion Utama Riau, Selasa malam lalu. Meski Kalbar minim persiapan untuk acara tersebut.

Daerah lainnya di barisan depan rata-rata diisi oleh dua putra dan putri dengan pakaian khas daerah. Namun Kalbar tak ada atlet yang menggunakan pakaian khas Dayak dan atau Melayu.
Kalimantan Barat yang menggunakan kostum hitam-hitam tetap bersemangat pada parade defile yang disaksikan langsung oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan tamu undangan lainnya.

Saat host menyebutkan nama Kalimantan Barat yang akan melintasi di depan meja VVIP yang ditempati Presiden RI. Menyeruak dengan gema tepukan tangan yang meriah. Padahal rata-rata atlet Kalbar mengikuti defile.

Kontingen Tim PON Kalimantan Barat, yang dipimpin Prof. Dr. Slamet Rahardjo, berjalan melambaikan tanggannya kepada Bapak Presiden dan penonton yang ikut menyaksikan jalannya pembukaan saat nama Kalimantan Barat disebutkan. Tampak terlihat dalam layar shooting Presiden SBY ikut melambaikan tangannya kepada kontingen Kalbar.

Acara pembukaan yang diawali dengan beraneka ragam kesenian dan tarian Selasa malam lalu, serta design lampu yang menyilaukan mata diakui oleh Prof. Dr. Slamet Rahardjo merupakan pembukaan PON yang paling sepaktakuler dibanding dengan PON sebelumnya.

Upacara pembukaan yang berlangsung meriah. Berbagai acara ditampilkan dengan meriah dan gemerlap, diirinya lampu hias yang ditata sedemikian rupa. Kali ini upacara pembukaan bertemakan "Api dan Peradaban" yang dimeriahkan oleh penyanyi nasional seperti Rossa dan Judika serta grup band Ungu. Upacara pembukaan diawali pesta kembang api setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada pukul 20.00 WIB.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB, diawali dengan sebuah tarian pencak silat, dan dilanjutkan dengan tari-tarian lain yang bernuansa Melayu. Setelah itu acara dilanjutkan dengan parade kontingen 33 provinsi. Tampil pula beberapa atlet yang pernah mengikuti PON pertama tahun 1948, lalu kontingen wasit dan ofisial pertandingan.

Ketua PB PON yang juga gubernur Riau, Rusli Zainal, lalu memberikan sambutan selama kurang lebih 20 menit. Pada pukul 21.25 WIB Presiden SBY naik ke podium. Berbeda dengan gubernur, Presiden memberi sambutan yang singkat, hanya sekitar enam menit. "Selamat datang, selamat bertanding, dan selamat menyaksikan pertandingan kepada para atlet, ofisial, wasit, dan suporter yang datang dari seluruh tanah air," demikian SBY mengawali pidatonya.
Dalam sambutannya, Presiden RI, berpesan kepada seluruh atlet dan pelatih, serta official untuk bisa mencapai prestasu dengan tetap menjaga sportifitas, semangat kebersamaan dan persaudaraan. Presiden menyudahi pidatonya dan membuka secara resmi perhelatan akbar ini dengan menekan tombol alarm.

Penyulutan api PON dilakukan dengan beberapa rangkaian. Pertama api diangkut dengan perahu, dibarengi dengan "presiden penyair" Sutardji Calzoum Bachri membacakan puisi ciptaannya yang berjudul "Kukalung".

Kemudian api diserahkan kepada penunggang kuda berpakaian serba putih, yang berperan sebagai pahlawan dari Riau, Tuanku Tambusai, yang kemudian dibawa ke atas panggung, di mana mantan atlet binaraga Riau, Zamri Bachtiar, menunggu untuk menyulutkan api ke kaldron.

Api diambil dengan sebuah tombak dan Zamri ditarik ke atas, menyamai tinggi kaldron di sampingnya. Selanjutnya, Zamri melemparkan tombak ke arah kaldron. Tombak meluncur ke puncak kaldron, dan api PON menyala besar. Bersamaan dengan menyalanya api PON, di luar Stadion Utama Riau dengan serentak meluncurkan kembang api yang telah ditata di beberapa titik sekitar stadion. Stadion Utama Riau seketika dikelilingi pecahan kembang apai di udara. (ukpi)

Peringatan Haornas bertepatan dengan PON Riau

Written By ichsan on Selasa, 11 September 2012 | 10.40

KOTA JANTHO, Aceh News - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-29 dan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Ke-53 di halaman Kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Senin (10/09/2012). Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wabup Syamsulrizal, Sekdakab Zulkifli Ahmad, para asisten Setdakab, pimpinan SKPK, dan para PNS Pemkab Aceh Besar.



Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, Menteri Negera Pemuda dan Olahraga DR Andi A Mallarangeng menyatakan, bibit-bibit olahraga perlu proses pembinaan yang berjenjang melalui olahraga rekreasi, olahraga pendidikan di sekolah, dan pembinaan yang intensif melalui klub-klub, serta pemusatan latihan pada tingkat regional dan nasional di setiap cabang olahraga. "Minat dan bakat alam harus diasah dengan metode latihan yang efektif, melibatkan sport science serta menyeluruh, serta melakukan kompetisi yang berkesinambungan di semua tingkatan," katanya.


Mennegpora mengemukakan, dalam menyiapkan bibit olahraga berprestasi, pemerintah telah berupaya merevitalisasi sentra-sentra keolahragaan, seperti Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) serta Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa (PPLM), meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana olahraga, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat desa, menyediakan tenaga keolahragaan yang memiliki standar kompetensi yang memadai serta meningkatkan tata kelola sentra olahraga yang lebih modern dan profesional.


Dikatakan, peringatan Haornas 09 September 2012 bertepatan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 di Riau. Untuk itulah, kegiatan tersebut diharapkan sebagai ajang peningkatan prestasi olahraga nasional. Kegiatan olahraga multievent itu diharapkan menjadi wahana melahirkan atlet-atlet prestasi yang dapat bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.(Mti)

Aeromodeling Sumbang Medali Pertama untuk Kalbar

Written By ichsan on Jumat, 07 September 2012 | 20.03


PONTIANAK, Aceh News - Bertanding start lebih awal, pada tanggal 5 September lalu. Aeromodeling sukses menjadi cabang pertama yang menyumbang medali untuk Kontingen Kalimantan Barat.

Bertanding di Lapangan Udara Japura, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Yang berakhir Jumat (07/09/2012) untuk nomor tri lomba, dua atlet aeromodeling Kalbar, Suharisman dan Fitriana Puspa Firdasari mampu menoreh prestasi dengan membawa medali perunggu.
Dua medali perunggu menjadi koleksi pertama kontingen PON Kalbar di ajang PON XVIII Riau.

Sambungan via telepon seluler kemarin, Ketua Pengprov Aeromodeling Kalbar, Irwan Dirgantara menuturkan, kedua atlet Kalbar yang menorehkan prestasi kemarin sebenarnya memulai start dengan poin yang bagus. Sampai dengan hari kedua kemarin, kedua atlet Kalbar masih unggul dari atlet pesaing lainnya. Namun, dua atlet Kalbar kecolongan di hari ketiga kemarin.

Prestasi tersebut menurut Irwan sesuai dengan dugaan sebelumnya. Yakni saingan berat adalah Jawa Tengah di sektor putri. Satu nomor cabang lomba aeromodeling sudah membuahkan hasil meski meleset dari target emas. 

Aeromodeling Kalbar masih menyisakan satu nomor lagi di cabang ini. Yakni di nomor F2D. Perolehan medali pertama PON XVIII Riau kemarin dari cabang aeromodeling secara berurutan. Di tri lomba putra emas diperoleh atlet dari kontingen Bante, perak diraih perwakilan Kalimantan Tengah, dan perunggu disabet Kalimantan Barat.

Sedangkan di nomor tri lomba putri Kalbar juga bertengger di posisi tiga dengan medali perunggu. Emas dan perak diraih Jawa Tengah.

Suharisman pada hubungan telepon siang kemarin menuturkan, sejak awal ia memimpin perolehan poin. Hanya saja kendala terjadi di hari ketiga. Timer pesawat yang digunakan mengalami gangguan. "Di hari ketiga ini poin saya turun drastis karena pesawat mengalami gangguan pada timer," ungkapnya kemarin.

Suharisman juga meminta ªªf kepada seluruh masyarakat Kalbar karena belum mampu mempersembahkan emas.

Ketua KONi Kalbar, Syarif Machmud Alkadrie saat dihubungi tak lama dari kepastian perolehan medali kemarin menuturkan sangat senang dengan informasi yang datang dari aeromodeling. Meski masih belum mampu mencapai prestasi medali emas.

Prestasi tersebut harap Machmud dapat diikuti oleh cabang lain. Khususnya di cabang unggulan dan harapan. (Ubay KPI)

Kedatangan Api PON Disambut Guyuran Hujan


DURI/RIAU, Aceh News - Arak arakan pembawa api Pekan Olah raga Nasional  XVIII sampai di Kota Minyak Duri, Kamis (06/09/2012) sekitar pukul 14.30 WIB disambut dengan guyuran hujan lumayan deras.

Sebelum Api di inapkan di Kantor Kecamatan terbesar di Kabupaten Bengkalis tersebut, api terlebih dahulu diarak keliling Kota dengan sejumlah arak arakan mobil dan dikawal ketat sejumlah personil Kepolisian serta Dinas Perhubungan.

Api yang dinyalakan diatas obor berukuran 60 Centimeter tersebut langsung diterima oleh Unsur Pimpinan Kecamatan Mandau diwakili oleh Camat Mandau, H. Hasan Basri dan diserahkan langsung oleh salah seorang Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kecamatan Bantan, Arnizam yang didampingi 9 orang dibelakangnya


Direncanakan Api akan diinapkan selama satu malam di Kantor Orang nomor satu di Mandau sebelum esok hari Jum'at (07/09/2012) diarak kembali ke Ibukota Kabupaten Negeri Sri Junjungan Bengkalis

  • Minim Spanduk 
Dalam pelaksanaan PON XVIII tersebut, ternyata wabah mendemamkannya tidak terjadi di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Hal tersebut tampak saat api obor yang dibawa arak arakan mobil, namun tidak disambut dengan spanduk atau baliho yang sedianya berjejer ramai menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga empat tahunan itu.

" Serine apa itu, kok api obor dikawal dan diarak keliling Kota. Memangnya ada acara apa?," ujar salah seorang warga yang mengaku sama sekali tidak akan demam pelaksanaan PON tersebut.<br><br>

Dari pantauan Aceh News disejumlah titik ruas jalan yang dilalui Api obor PON, tidak tampak baliho atau spanduk yang bernuansakan pelaksanaan PON XVIII dan hanya tampak baliho berukuran besar dihalaman Kantor Camat Mandau saja. (mir)

Basket Bertahan dan Serang Balik

Written By ichsan on Senin, 13 Agustus 2012 | 00.20


PONTIANAK, Aceh News - Cabang bola basket Kalbar punya satu tiket untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang akan digelar di Riau, 09-20 September mendatang. Tim basket putri yang memastikan tampil di pentas olah raga terakbar di Indonesia ini.

Sejak beberapa bulan lalu, tim basket putri Kalbar sudah memasuki Pelatda guna persiapan tampil di PON. Dalam pemusatan tersebut, atlet Kalbar selain latihan kekuatan fisik, diutamakan juga strategi bermain bertahan dan melakukan serangan balik.

12 atlet basket Kalbar di bawah asuhan Hendry Binardi ini melakukan pemantapan tim selama Pelatda berlangsung. Selain bertahan dan menyerang balik, Hendry yang biasa disapa Pak Bun kerap mengintruksikan kepada pemain bermain running game atau adu kecepatan.

Hal itu diakui oleh Hendry karena postur tubuh pemain basket Kalbar jauh di bawah standar. Atau postur tubuh lebih rendah ketimbang pemain lain di luar Kalbar.

Seperti kebiasaan Hendry melatih tim asuhannya, yakni SMA Satu Petrus Pontianak. Hendry memiliki gaya permainan dengan gaya bertahan dan mengandalkan serangan balik. Gaya tersebut ternyata juga diterapkan pada tim Kalbar yang akan tampil di PON mendatang.

Hendry menegaskan, dari segi komposisi pemain, tim basket Kalbar sudah memenuhi criteria menjadi tim tangguh. Dari 12 atlet yang pasti memperkuat tim Kalbar terdiri dari 2 atlet point guard, 2 atlet shoting guard, 2 atlet small forward, 2 atlet center, dan 2 atlet all position.

“Yang menjadi pekerjaan berat saat ini ialah memoles skill individu pemain. Apalagi nantinya meraka akan bertemu dengan lawan tangguh dengan postur yang lebih tinggi,” ujar Hendry.

Meski postur tubuh pemain di bawah standard an basket tak masuk dalam sembilan cabang prioritas KONI Kalbar. Hendry tetap memasang target prestasi. “Saya tetap punya target, basket Kalbar bisa jadi juara. Bila ini terjadi, maka akan menjadi sejarah pertama perbasketan Kalbar,” pungkasnya. (Ubay KPI)




Wushu Gemilang di Dua Event Nasional

Written By ichsan on Selasa, 17 Juli 2012 | 01.54


PONTIANAK, Aceh News - Untuk PON XVIII di Riau yang akan dihelat pada 9-20 September mendatang, wushu telah memastikan empat atletnya yang akan tampil membela Kalbar. Meski bukan sesumbar, induk wushu Kalbar Pengprov WI Kalbar menargetkan 1 emas dan 1 perak. 

Meski WI Kalbar disibukkan dengan pembinaan yang telah masuk dalam waktu pemusatan terhadap empat atlet tersebut untuk PON, namun pembinaan dan kompetisi terhadap atlet muda juga ikut diperhatikan. Beberapa waktu yang lalu, WI Kalbar mengirimkan atlet terbaiknya pada open turnamen di Bandung dan Kejurnas di Riau. Haislnya, meski boleh dikatakan untuk anggaran pembinaan olahraga di Kalbar tidak ada (minim), namun pada turnamen tingkat yunior ini, Kalbar mampu bicara banyak. Pada open turnamen di Bandung Kalbar menyabet 6 emas dan 6 perak. Sedangkan pada Kejurnas di Riau beberapa hari lalu, Kalbar mampu membawa 2 emas, 2 perak, dan enam perunggu dari 12 atlet yang dikirim.

Ketua Pengprov WI Kalbar, Michel Yan Widodo saat ditemui di GOR Pangsuma usai pembukaan Open Turnamen Tenis Meja kemarin menuturkan, prestasi tersebut merupakan modal untuk wushu Kalbar ke depan. Soal open turnamen dan kejuaraan yang diikuti oleh WI Kalbar, Michel Yan menuturkan rata-rata atlet Kalbar yang tidak memperoleh medali masuk dalam rengking atas atau sepuluh besar. Itupun menurut Michel Yan mereka dikalahkan oleh atlet nasional dan bahkan ada yang sudah setingkat internasional.

“Bukan hanya karena saat ini, Wushu Kalbar telah lama punya nama di tingkat nasional. Melalui pembinaan yang intensif, meksi fasilitas yang sederhana, kami bisa membuktikan bahwa kami bisa mengharumkan nama Kalbar,” ujarnya.

Michel Yan menambahkan, olahraga apapun tidak bisa dilakukan dengan instan. Semua harus berproses. Termasuk wushu, dilakukan dengan tingkat yang rendah, yakni dari tingkat yunior. Keterbatasan sarana dan pembiayaan, menjadi kendala besar dalam mengembangkan olahraga. Akan tetapi, WI Kalbar tak mau semua berpusar pada biaya. Dengan SDM dan biaya minim yang ada. Kalbar terus memacu untuk terus berprestasi, salah satu yang dilakukan ialah memfokuskan pada pembinaan di dua jurus pedang dan tombak. Di dua jurus ini, Kalbar banyak bicara. 

Disinggung mengenai target PON mendatang, Michael Yan menegaskan target dua medali yakni emas dan perak bisa dapat disumbangkan oleh Junaidi dan Syauri. “Syauri pada Kejurnas menempati peringkat empat. Motivasi ini diharapkan ia bisa menciptakan perak untuk Kalbar,” tuturnya.

Empat atlet yang akan membawa bendera Kalbar di cabang wushu pada PON mendatang yang Junaidi. Sofyan Syauri, Anggun, dan Helenda. Sedangkan atlet-atlet wushu Kalbar yang menyumbangkan medali pada Kejurnas di Riau beberapa hari lalu ialah Septian yang turun di kelas A menyumbang satu perak di nomor nangun, dan dua perunggu di nomor nanquan dan nandau. Septian juga menyumbang satu perunggu melalui nomor pasangan bersama Dion di kelas A pada nomor duilian.

Sedang Charlie yang turun di kelas D menyumbang dua emas melalui nomor cangquan dan daosu. Aldo menyumbang 1 perunggu di kelas B pada nomor Jiangsu. Dan Azahra mempersembahkan dua perunggu melalui nomor dauso dan nanquan. (Ubay KPI)


Dayung Kalbar Bawa Tropi Kementerian


PONTIANAK, Aceh News - Sedikit demi sedikit, dayung Kalbar menunjukkan prestasinya, pasca memenangkan turnamen di Jakarta beberapa waktu lalu. Kali ini, dayung Kalbar unjuk gigi di open turnamen internasional yang dilaksanakan di Padang. Tak tanggung-tanggung, dayung Kalbar sukses menggondol tiga tropi sekaligus dan menjadi juara umum. 

Tropi pertama yakni di nomor 22 men open kelas dragon board dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, tropi kedua dari Panglima Armada Barat RI di nomor 12 men open di kelas yang sama. Dan tropi ketiga dari Kementerian Kelautan RI sebagai juara umum pada kejuaraan ini. 

"Kami beruntung menjadi juara umum, meski turnamen ini pada awalnya hanya sebagai uji coba menjelang PON," ujar Ketua Podsi Kalbar, Abdi Nurkamil Mawardi saat dihubungi via telepon kemarin siang. Turnamen dayung kali ini bukan hanya sekedar taraf nasional, namun juga internasional. 

Dalam turnamen ini juga diikuti oleh 9 negara dan 7 provinsi di Indonesia. Termasuk tim kuat dayung Indonesia, yakni dari Riau. "Sangat tidak terbayang akan mampu mengukir prestasi seperti ini. Kita harapkan ini menjadi pemicu kebangkitan pendayung Kalbar untuk PON mendatang. Ini semua hasil dari kerja keras atlet yang telah membuktikan hasil training yang telah dilakukan menjelang PON, "jelas Abdi Nurkamil. 

Dikatakan oleh Nurkamil, tim dayung Kalbar berangkat dengan tanpa target. Keberangkatan tim dayung Kalbar hanya membawa semangat melihat sejauh mana keberhasilan TC yang dilakukan. Serta ingin memaksimalkan kekurangan selama ini. 

"Ini tak lepas dari peran KONI yang menyediakan anggaran untuk TC, mereka tidak akan apa-apa tanpa dukungan itu," katanya. Negara-negara yang ikut serta dalam turnamen bertajuk Lapangan Dragon Board 2012 ini seperti Philipina, Australia, Macau, Malaysia, Kamboja , dan Hongkong. 

Kalbar di partai final yang dilaksanakan Minggu (15/7) lalu bersaing dengan tiga tim, di nomor 22 men open bersaing dengan Jawa Timur, Jambi, dan DKI Jakarta. Sedangkan di 12 men open bersaing dengan Kalimantan Timur, Jambi, dan DKI Jakarta.(ubay kpi)






Mempertahankan Tradisi Medali Olimpiade

Written By ichsan on Kamis, 28 Juni 2012 | 01.10

PONTIANAK, Aceh News - Dalam dua tahun terakhir, Kalbar selalu memberikan sumbangsih bagi Indonesia untuk peserta olimpiade sains tingkat internasional. Dan sumbangsih itu tak sekedar sumbangsih, namun juga memberikan prestasi bagus untuk Indonesia dengan perehan medali perunggu. Karenanya, Dinas Pendidikan Kalbar bercita-cita tetap mempertahankan tradisi medali itu.



Langkah awal, Dinas Pendidikan Kalimantan Barat melaksanakan seleksi untuk siswa SMP guna mencari siswa terbaik di bidang matematika, biologi, fisika dan IPS. Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kalbar dilaksanakan selam tiga hari, 1-3 Juni 2012 yang lalu bertempat di Hotel Kapuas Dharma II Pontianak.

Ajang penyeleksian tersebut diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota yang ada di Kalbar. Sebanyak 56 siswa SMP berkompetesi untuk dicari tempat terbaik pada masing-masing cabang sains yang diperlombakan.


Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Alexius Akim usai membuka OSN tingkat Kalbar kemarin menyampaikan, hal penting yang perlu diingat bahwa Kalbar sering memberikan prestasi gemilang untuk Indonesia di bidang sains. Akan tetapi, Dinas Pendidikan tak akan berbangga diri dengan prestasi itu, sebab pelaksanaan olimpiade sains terus digulir. 

“Sekarang bagaimana kembali kita memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sebisa mungkin setiap tahun tradisi medali tetap aman, dengan tahap awal Kalbar memiliki siswa yang juara di tingkat nasional,” ujarnya.

Meski terbilang sangat sempit waktu pelaksanaan OSN dengan penyeleksian yang dilakukan saat ini. Akim menegaskan konsentrasi tetap difokuskan untuk setiap peserta yang akan menjadi wakil ke tingkat nasional.

Akim juga mengatakan, bahwa tak ada training center pada tahun ini untuk empat anak yang nanti akan menjaid wakil Kalbar. Walau demikian, waktu yang sudah dekat dengan pelaksaan OSN yang akan digelar pada tanggal 28 Juni mendatang, Dinas Pendidikan telah mempersiapkan siapa saja nanti yang lolos.

“Kami telah memberikan pelatihan kepada guru pembina mereka di masing-masing sekolah. Nanti mereka akan dibimbing di sekolah hingga tanggal pelaksanaan,” jelas Akim.

Akim yang didampingi oleh Marjono R Asan Jumat malam lalu sangat berharap anak Kalbar kembali bisa mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. “Kami yakin, kami tidak akan ada memihak salah satu daerah. Sebab pelaksaan ini dilakukan oleh pusat langsung, daerah sebagai penyedia. Soal-soal dari pusat bukan daerah yang membuat,” tuturnya. (ubay kpi)

Kejar 1 Emas, Podsi Karantina Atlet

Written By ichsan on Jumat, 08 Juni 2012 | 23.18


PONTIANAK, Aceh News - Cabang dayung Kalbar tak masuk dalam catatan KONI Kalbar sebagai cabang olah raga unggulan. Meski tak terbebani dengan torehan medali, induk olahraga cabang ini tetap menargetkan 1 emas dan R perunggu pada PON ke-RB di Riau, September mendatang. Upaya mencapai target tersebut, Podsi Kalbar sudah tiga bulan memanggil 25 atletnya untuk masuk camp karantina guna mempersiapkan lebih matang.


Pantauan Aceh News Saban sore, Atlet dayung Kalbar dibawah binaan Abdi Nurkamil Mawardi mengasah terus kualitas kayuhnya. Latihan dipusatkan di Sungai Kapuas kawan Alun-alun Pontianak.


Selama pemusatan, atlet ditempatkan di Hotel Kartika Pontianak. Tim dayung Kalbar juga pernah dipusatkan di daerah Tanjung Raya Pontianak, dengan alasan jauhnya lokasi latihan dan penginapan, serta keamanan dua sampan dragon board milik Podsi Kalbar, sejak bulan lalu seluruh atlet diboyong ke Hotel Kartika.
"Cukup jauh bila harus ke Tanjung Raya, mereka akan capek di jalan, dan sampan tak terjamin aman," ujar Abdi Nurkamil, Pekan lalu.


Disinggung Soal target Abdi Nurkamil menjelaskan, Podsi Kalbar berani memasang target 1 emas tersebut melihat hasil Pra Pon lalu yang finish di posisi ketiga pada nomor 1000 meter 24 pendayung dragon board. "Itulah yang membuat kami semangat, dan para atlet pun mengatakan optimis mencuri medali di nomor tersebut," tutur Abdi Nurkamil.


Sedangkan medali perunggu, ditargetkan Podsi Kalbar dapat diraih melalui jarak 500 meter dragon board 12 orang. Ada lima nomor yang akan diikuti Podsi Kalbar sesuai hasil Pra Pon. Empat nomor diantaranya pada dragon board dan satu nomor rowing.


Para atlet yang berkumpul di empat kamar dengan 25 atlet di salah satu kamar di Hotel Santika Jumat siang pekan lalu, mengaku siap berlatih dan bertanding. Semangat para atlet berlatih betul-betul terlihat meski ada dari sebagian mereka sudah berkeluarga meninggalkan daerah asalnya.


Semangat berlatih itu juga disorong dengan adanya alat yang standar. Seperti dua sampan dragon board dan 22 dayung carbon viber yang beratnya hanya kurang lebih 3 ons. "Sebelumnya dayung yang kita pakai tidak standar dan beratnya mencapai 7 ons," kata Abdi Nurkamil.
Dua sampan dragon board yang baru dimiliki Podsi Kalbar merupakan bantuan dari KONI Kalbar, "Kita bersyukur dana dari KONI sudah cair, itu yang kita gunakan selama karantina dan biaya hotel," pungkas Abdi Nurkamil. (Ubay KPI)

Kalbar Dipercaya Tuanrumah Olimpiade Sains


PONTIANAK, Aceh News - Prestasi gemilang yang pernah diukir pelajar Kalimantan Barat di tingkat nasional di bidang sains menumbuhkan kepercayaan pemerintah pusat dan menganggap Kalbar memiliki pelajar yang potensial untuk kembali mengukir prestasi membanggakan untuk Indonesia.


Dorongan untuk menjadi daerah produktif memberikan sumbangsih peserta pada event internasional itu terus dilakukan. Salah satunya, dengan mempercayakan Kalimantan Barat menjadi Tuanrumah pada olimpiade sains tingkat
nasional yang akan dimulai pada tanggal 28 Juni mendatang.

Lokasi kegiatan sesuai hasil survey tim dari Kementerian

Pendidikan menetapkan komplek persekolahan IMMANUEL sebagai lokasi seluruh cabang lomba yang akan dilaksanakan. Keterangan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalbar beberapa waktu usai menghadiri OSN tingkat Kalbar di Kapuas Dharma Pontianak.

Alexius Akim menerangkan, meski Kalbar ditunjuk sebagai tuanrumah, bukan berarti sepenuhnya Kalbar yang memiliki wewenang setiap tindakan. Kalbar hanya sebagai tempat kegiatan,lomba dan ketentuan tetap orang pusat seperti penjurian dan sebagaimana tetap pusat yang punya wewenang,“Panitia yang di Kalbar hanya masalah lokasi dan waktu", Ujarnya.

Disinggung Aceh News mengenai tradisi juara Kalbar, Akim saat disodori pertanyaan, yang agak mencemaskan juga akan pecahnya konsentrasi Kalbar mempersiapkan pelajar terbaiknya untuk lomba olimpiade sains. Akim menjelaskan bahwa tim tetap membagi tugas dan satu sama lain tidak mencampuri.


Menurutnya, untuk tim pelajar yang akan mengikuti lomba,
Dinas Pendidikan telah menetapkan dan tidak dimasukkan dalam kepanitian. “Artinya, mereka nanti fokus mengurus pelajar Kalbar yang akan ikut lomba, baik itu pendamping atau yang masuk dalam kontingen. Tidak akan ada tumpang tindih dalam tugas,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tim panitia, mereka tetap bertugas memberikan pelayanan selama perlombaan baik mengenai tempat, waktu dan kebutuhan lainnya. “mereka tidak dilibatkan dalam kontingen OSN Kalbar”, jelas Akim.


Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional rencananya akan
dilaksanakan selama lima hari mulai Tanggal 28 Juni sampai dengan tanggal 2 Juli. (Ubay KPI)




HEADLINE

BERITA FOTO

 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa