Headlines News :

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label BandaAceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BandaAceh. Tampilkan semua postingan

Walikota Buka Seminar Implementasi E-Goverment

Written By ichsan on Kamis, 27 September 2012 | 10.53

BANDA ACEH, Aceh News - Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini merupakan sebuah tantangan yang harus sikapi secara bijak oleh setiap Pemerintah Kabupaten/Kota, sebagai upaya dalam memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. 

Untuk itu, Penerapan E-Government yang merupakan salah satu sarana pengembangan penyelenggaraan roda pemerintahan yang berbasis teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan dan pilihan yang harus segera diwujudkan. 

E-Government menjadi semakin penting bagi semua pengambil keputusan. Demikian disampaikan Walikota Banda Aceh Ir.Mawardy Nurdin M.Eng Sc saat membuka seminar internasional Workshop Implementasi E-Government, Rabu (26/09/2012) di Aula Lantai IV, Gedung A, Balaikota Banda Aceh.

Menurutnya, pemerintah tradisional (traditional government) yang identik dengan paper-based administration mulai ditinggalkan, transformasi traditional government menjadi electronic government (e-Government) merupakan salah satu strategi kebijakan publik yang saat ini menjadi fokus dan perhatian serius yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Solusinya, lanjut Mawardy, Konsep pembangunan berwawasan teknologi informasi merupakan suatu keharusan yang harus disikapi dengan memanfaatkan kemudahan yang disediakan oleh teknologi informasi itu sendiri. Di Banda Aceh, konsep ini sangat mungkin dikembangkan karena sejalan dengan konsep Banda Aceh Islamic Cyber City (BAICC) yang telah lebih dulu dikembangkan.

"Ini adalah sebuah konsep kota yang berbasis teknologi informasi tingkat lanjut. Sebuah kota dengan konsep Cyber City yang mapan akan menjadi sebuah kota yang terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota, baik bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan lain-lain akan tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan" ujar Mawardy.

Seminar yang berlangsung sehari ini menghadirkan pembicara utama (Keynote Speaker) Duta Besar Austria untuk Indonesia Dr Andreas Karabaczek. Pada kesempatan tersebut, Dr Andreas Karbaczek banyak memaparkan kiat-kiat sukses pemerintah Austria dalam menerapkan E-Government di negaranya.

Dikatakanya, perkembangan teknologi informasi adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Modernisasi adalah hal yang harus dilakukan. Komputer, telepon seluler, dan perangkat elektronik lain menjadi alat untuk membentuk sistem yang lebih efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Katanya lagi, hingga saat in, E-Goverment  memiliki pengaruh yang sangat besar di negara Austria karena sistem ini dapat membentuk transparansi setiap data yang dimiliki pemerintah tersedia secara terpadu untuk masyarakat. "Melihat kesiapan Pemko Banda Aceh, saya yakin system ini sangat mungkin diterapkan disini" ujar Andreas.

Selain Andreas, pada seminar ini juga tampil beberapa pemateri lainnya, yakni Wakil Walikota Illiza Sa'aduddin Djamal SE, Kadishubkomintel Aceh Prof. Dr. Ir. Yuwaldi Away M Sc, Dr. Taufik A Gani, M.Eng.Sc dan  Mohammad Najib dari LOGICA. 

Seminar hasil kerjasama Pemko Banda Aceh dengan Aceh Center for Good Governance (ACGG) ini diikuiti oleh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemko Banda Aceh, akademisi, LSM dan peneliti-peneliti yang berada di Kota Banda Aceh sebagai peserta. (*)

Kondisi Akhir Jl.Kartini Peunayong

Written By ichsan on Senin, 24 September 2012 | 22.03


Setelah Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Senin,(24/09/2012), membongkar lapak para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kartini peunayong Banda Aceh, kini kondisi jalan kartini sudah lebih luas untuk di lalui kendaraan. (Foto/Doc: Aceh News, Det ST)

Penertiban PKL di Jalan Kartini


UPTD Pasar dan Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh, Senin (24/09/2012) melakukan Penertiban, kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan kartini Peunayong, penertiban ini bertujuan untuk menata kembali Kota Banda Aceh, (Foto/Doc: Aceh News, Det ST)

BM PAN Aceh Gelar Muswil IV

Written By ichsan on Minggu, 23 September 2012 | 15.18


BANDA ACEH, Aceh News - Sebanyak tiga kandidat memperebutkan Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Aceh dalam ajang Muswil IV di oasis Atjeh Hotel, Minggu (23/09/2012). Mereka adalah Musriadi Aswad, M.Pd (Ketua DPD BM PAN Kota Banda Aceh), Iskandar Ali (Ketua DPD BM PAN Aceh Besar), Teuku Hafid Hasan, SE(Wakil Ketua DPD PAN Aceh Besar), Mereka harus bersaing memperebutkan 46 suara peserta Muswil IV, dari 23 DPD BM PAN Se-Aceh

Ketua Sterring Comitte Musriadi Aswad, M.Pd mengatakan, Muswil yang dihadiri Ketua Umum (Yandri santoso) dan Sekretaris Jenderal (Ahmad Johan) serta ketua DPW PAN Aceh H. Anwar Ahmad mengatakan, muswil IV di ikuti Ketua dan Sekretaris DPD Kab/Kota di Aceh berjumlah 23 DPD yang ikut menghadiri dan memberikan suara dalam Muswil.

Plt Ketua DPW BM PAN Aceh menjelaskan, Muswil IV ini selain Agenda memilih ketua baru juga merumuskan program kerja organisasi yang mampu membesarkan Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Aceh, yang lebih penting ketua yang terpilih nanti konsen terhadap visi-misi BM PAN dan PAN sehingga terwujudkannya Konsolidasi BM PAN menuju 2 Digit Pemilu 2014,tegasnya 

Informasi yang diperoleh, ketua panitia pelaksana (iskandar Ali) ketiga kandidat berpeluang terpilih karena berhasil meraup dukungan dari 23 DPD "Ketiga kandidat itu sama-sama berpeluang kuat terpilih", pungkasnya. (***)

Mahasiswa Baru UNIDA akan Laksanakan OSPEK

Written By ichsan on Sabtu, 22 September 2012 | 21.41


BANDA ACEH, Aceh News - Kampus Universitas iskandarmuda (UNIDA), yang berada di kelurahan/desa surien kecamatan meuraxa Kota Banda Aceh, akan melaksanakan Orientasi Studi dan pengenalan Kampus atau yang lebih sering disebut ospek kepada para mahasiswa baru. Kegiatan ospek ini, telah dijadwalkan selama 2 hari (28 -29 september 2012) yaitu hari Jum’at dan Minggu depan

Badrul Zaman staf bagian akademik Universitas iskandarmuda kepada Aceh News, Sabtu (22/09/2012) diruang kerjanya mengatakan, ospek ini nantinya tidak mengarah kepada kekerasan atau pelonco mahasiswa, tapi lebih ke pembinaan dan silahturrahmi antara mahasiswa baru dengan dosen-dosen, serta pengenalan lingkungan kampus unida

Lanjutnya, tujuan diadakan ospek tersebut adalah untuk mengenalkan dan memahami lingkungan kampus unida sebagai satu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya, dan juga menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus

“mahasiswa yang akan mengikuti Orientasi Studi dan pengenalan Kampus sebanyak 200 0rang dari Empat Fakultas yang ada dikampus ini, dan Insya allah akan dibuka langsung oleh Rektor UNIDA Prof.Dr.Syafei Ibrahim, M.Si“

Masih Menurut Badrul Zaman, adapun materi yang akan diberikan pada kegiatan ospek nantinya, ceramah keislaman, penjelasan Akademik, tatacara pengisian KRS manual, dan sosialisasi ber Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR),serta bahayanya pengguna narkoba. (icn)

Banda Aceh Raih Tourism Award 2012

Written By ichsan on Kamis, 20 September 2012 | 23.57


BANDA ACEH, Aceh News - Kota Banda Aceh, adalah icon andalan pariwisata di ibukota provinsi paling ujung pulau sumatera, yang meraih penghargaan Travel Club Tourism Award (TCTA) 2012. 

Penghargaan TCTA diselenggarakan oleh majalah Travel Club yang selalu konsisten mendukung berbagai program pariwisata di Indonesia 

majalah Travel Club juga bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), serta Universitas Sahid Jakarta.

Said Fauzan staf di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh mengatakan, pada Aceh News kamis,(20/09/2012) diruang kerjanya, "Alhamdulillah dinas kita mendapat surat pemberitahuan penghargaan TCTA dari Jakarta, oleh panitia tertanggal 06 September 2012".

Lanjut said, Walikota Banda Aceh, Ir.Mawardy Nurdin, M.Eng,Sc diundang secara langsung dalam acara, pemberian Piagam penghargaan TCTA yang akan disiarkan secara langsung di TVRI pada 24 September 2012, pukul 21.00 wib

“Mungkin nantik, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi juga ikut kejakarta mendampingi pak mawardi” ujar nya. (icn)

M. Zahlawi Keuchik Bak Sukon Mudasir di Lamsie

Written By ichsan on Selasa, 18 September 2012 | 22.28


BANDA ACEH, Aceh News - Camat Kuta Cot Glie, Ilyas Spd, melantik M. Zahlawi sebagai Keuchik Gampong Baksukon Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar,  periode 2012-2018 di Meunasah setempat Senin,(17/09/2012).

Muhammad Zahlawi dalam sambutannya mengajak kepada warga untuk saling membantu dalam kepemimpinnya, menuju gampong kearah yang lebih baik. Sementara di Gampong Lamsie Kecamatan setempat, Camat Ilyas SPd, juga melantik Mudasir sebagai Keuchik baru periode 2012-2018. Pada Selasa (18/09.2012). Mudasir berharap dukungan dari semua pihak, saling koordinasi antar sesama perangkat desa apabila ada perselisihan di desa itu.

Sementara Camat Kuta Cot Glie Ilyas SPd, berharap kepada Keuchik yang baru dilantik ini benar-benar menjalankan amanah yang sudah dipercayakan oleh warganya kepadanya, semoga gampongnya menjadi lebih baik, dan maju dalam berbagai bidang kegiatan, seraya mengucapkan terima kasih kepada Keuchik lama yang sudah berjasa untuk desanya yang dipimpin,  

Lanjut Ilyas. Pada Pelantikan turut ikut serta Muspika setempat, Ketua Ippermata Muklis SHum, Tokoh Masyarakat, Unsur Ulama, Tokoh Pemuda, dan warga setempat. (mk)  

Mubes HIMAB Cacat Hukum

BANDA ACEH, Aceh News - Forum Payuguban Se-Aceh Besar (Forpabes) melalui pernyataan sikapnya terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Aceh Besar yang ke X di Aula Kampus Unaya Aceh Besar  Minggu, (16/09/2012) kemarin. bersifat cacat hukum, Sebut Koordinator  Muklis, didampingi Juru Bicara Forpabes Dahlil Bahagia dalam rilis yang dikirim ke E-mai Aceh News Selasa (18/09/2012).

Pernyataan sikap yang disuarakan oleh paguyuban Aceh Besar di Kecamatan, dan ditanda tangani di antaranya Ippermata Kuta Cot Glie, Ippemindra Indrapuri , Ippemal Lhoong, Ippemadi Darul Imarah, Ippemsa Samahani, Ipps Sibreh, Forkom Jaya Ingin Jaya, Himal Lhonga, Himasta Simpang Tiga, Impelmont Montasik, Ipelmapa Pulo Aceh, Forkompas Simpang Tiga, Ippelmalem Lembah Seulawah, Himal Lhoknga, Hippelmesra Mesjid Raya, Himapda Peukan Bada. 

Dahlil berharap pelaksanaan Mubes Himab demokratis dan terbuka. Supaya semua mahasiswa Aceh Besar antar Kecamatan  dapat berpartisipasi dalam Mubesnya, dan tidak ada kepentingan unsur kelompok, jika memang Himab sekarang tidak mengakomodir ke suara 15 paguyuban ini maka akan di buat HIMAB tandingan. ujar Dahlil.

Kami melakukan pemantauan di tempat Mubes yang berlangsung dilaksanakan, ternyata telah terjadi manipulasi data, seperti adanya peserta yang dari satu Kecamatan dimasukkan ke Kecamatan lainnya, dengan ini kami menyatakan musyawarah ini cacat hukumnya, lanjut Dahlil. 


Ini Pernyataan Sikap HIMAB
Berkaitan dengan dilaksanakannya Musyawarah Besar (MUBES) Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (HIMAB) Ke-X pada hari Minggu, Tanggal 16 September 2012 yang bertempat di Aula Kampus UNAYA. Maka, Kami, atas nama Forum Komunikasi Paguyuban 
IPPEMAL LHOONG-IPPERMATA KUTA COT GLIE-IPPEMINDRA INDRAPURI-IPEMADI DARUL IMARAH-IPPEMSA SAMAHANI-IPPS SIBREH-FORKOM JAYA INGIN JAYA-HIMAL LHOKNGA-HIMASTA BLANGBINTANG-IMPELMONT MONTASIK-IPELMAPA PULO ACEH-FORKOMPAS SIMPANG TIGA, IPPEMALEM LEMBAH SEULAWAH- HIMAS SEULIMUEM, HIMAL- LHONGA,HIPPELMESRA- MESJID RAYA, HIMAPDA PEUKAN BADA, Se-Aceh Besar. Menyatakan sikap sebagai berikut:
  1. Pelaksanaan MUBES PP. HIMAB ke-X adalah Cacat Hukum, karena sebagaimana amanah AD/ART (BAB V Pasal 7) bahwa masa periode kepengurusan hanya 2 (Dua) tahun yaitu tahun 2008 hingga tahun 2010. Seharusnya MUBES dilaksanakan pada akhir tahun 2010. Namun pelaksanaan MUBES baru akan dilaksanakan pada tahun 2012.
  2. Pelaksanaan MUBES PP- HIMAB ke-X Tidak Demokratis dan Tertutup, Sebagaimana amanah AD/ART PP. HIMAB (BAB XI Pasal 21 Poin b dan c).
  3. PP- HIMAB periode 2008-2010 tidak sesuai dengan amanah AD/ART (BAB XIV Pasal 27 Poin b dan c) untuk membentuk Komisariat disetiap Kecamatan yang dipilih melalui Musyawarah Komisariat (MUSKOM).
  4. Pelaksanaan MUBES PP. HIMAB Ke-X, SC MUBES PP. HIMAB tidak memberikan Mandat kepada Pengurus Paguyuban Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar, dikarenakan Komisariat HIMAB disebagian besar Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar  belum dibentuk.
  5. Kemudian ironisnya mandat diberikan kepada mahasiswa yang mempunyai hubungan emosional (kekerabatan) dengan pengurus lama.
  6. Pelaksanaan MUBES PP. HIMAB ke-X Tidak Melibatkan Partisipasi Paguyuban Kecamatan se-Aceh Besar. Paguyuban seyogyanya dilibatkan dalam pelaksanaan MUBES, karena kalaupun dibentuk Komesariat Kecamatan, wajib dikoordinasikan dengan Organisasi Paguyuban Kecamatan. Karena sejatinya mahasiswa berasal dari Kecamatan.(m.Tis)


Fakruddin Menyerahkan Berkas ke Ketua KIP Kota

Written By ichsan on Sabtu, 08 September 2012 | 00.19


Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banda Aceh, H.Fakruddin menyerahkan berkas, kepada Ketua Komisi Independen (KIP) Kota Banda Aceh Aidil Azhary, di ruang Center KIP Kota, Jum’at (07/09/2012). PKB secara resmi telah mendaftar dan menyerahkan berkas sebanyak 255 KTA untuk penetapan PARPOL peserta Pemilu 2014 nanti. (Foto/Doc: Aceh News, Ihsan)

PKB Banda Aceh Mendaftar ke KIP Kota

Written By ichsan on Jumat, 07 September 2012 | 23.39


BANDA ACEH, Aceh News - Tadi sore, setelah bakda Ashar, sekitar pukul 16.30 Wib. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banda Aceh mendaftar ke KIP Kota Banda Aceh 

Pendaftaran Partai Kebangkitan Bangsa ke kIP yang langsung dipimpin oleh Ketua PKB Kota Banda Aceh H.Fakruddin yang didampinggi Sekjen PKB Kota Banda Aceh Isnaidi Nusantara, beserta pengurus lainnya.

Para rombongan partai kebangkitan bangsa ini diterima langsung oleh ketua KIP Kota Banda Aceh, Aidil Azhary bersama empat anggotanya, di gedung center KIP kota banda aceh     

Menurut sekjen Partai Kebangkitan bangsa (PKB) Kota Banda Aceh Isnaidi Nusantara, Partai kita sudah memastikan diri sebagai peserta Pemilihan Umum Legislatif 2014 mendatang, dengan mendafarkan diri ke kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) kota setempat pada jum’at (07/09/2012), tadi sore.
“dalam pemilihan umum mendatang kita mempunyai target, minimal mampu meraih satu fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh. Dan kita tadi telah menyerahkan 255 KTA ke KIP Kota Banda Aceh sebagai syarat verifikasi sesuai syarat dari MK 10 Persen dari jumlah penduduk di kabupaten/kota”. Ujar isnaidi nusantara (icn)

Camat Kuta Cot Glie Lantik Keuchik Keumireu

Written By ichsan on Selasa, 04 September 2012 | 21.09


BANDA ACEH, Aceh News - Camat Kuta Cot Glie Ilyas, S.Pd melantik  dan mengambil sumpah jabatan Abdul Aziz secara resmi sebagai keuchik baru Gampong Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar periode 2012-2017, yang menggantikan Pj. Keuchik Medi Ismaidi Selasa, (04/09/2012) yang berlansung di Meunasah setempat. 

Abdul Aziz dalam dalam sambutannya mengajak kepada segenap warganya untuk mufakat dan musyawarah jika ada permasalahan di gampong, dan saling mendukung berbagai kegiatan di gampong demi kemajuan Gampong kita ini, ajak Aziz.

Sementara Ilyas S.Pd, Camat Kuta Cot Glie, dalam siaran pers yang diterima Aceh News, berharap kepada Keuchik yang baru dilantik untuk memegang teguh amanah, dan kepercayaan yang telah diberikan oleh warga secara demokrasi kepada saudara Abdul Aziz, dan ucapan terima kasih kepada Pj. Keucik Lama Medi Ismaidi, yang sudah menjalankan roda pemerintahan di gampong dengan sukses dan baik. Harap Ilyas

Turut dihadiri, Kapolsek Kuta Cot Glie Iptu Zainuddin, Danramil Indrapuri Kapten Nurmansyah, Danpos Kuta Cot Glie Serma Fauzi, Imum Mukim Lamleuot Fauzi, Ketua Ippermata Muklis SHum, Imam Masjid Baital Ma’bud Lamleuot Tgk As’Ad, kaum perempuan, pemuda, dan warga setempat.(mk).

PAN Kota Banda Aceh Gelar Pengkaderan

Written By ichsan on Senin, 27 Agustus 2012 | 23.26


BANDA ACEH, Aceh News - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kota Banda Aceh akan menggelar Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) Tingkat I Pelatihan ini  direncanakan 7 s/d 9 September di Banda Aceh, yang diikuti 100 peserta perwakilan DPC PAN seluruh kecamatan Kota Banda Aceh, Aceh Besar dan kota Sabang 

Menurut Ketua Panitia Musriadi Aswad M.Pd, “Kegiatan ini diharapkan mempersiapkan kader partai paham tentang dasar-dasar kepartaian sertai ideologi partai serta pembentukan karakter dan milintasi kader partai, adapun tujuan dari Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) ini membangun kader yang menegaskan ideologi PAN dan mampu menjalankan visi dan misi dan platform partai, membangun kemampuan kader dalam berorganisasi dengan manajemen professional, membekali tehnik-tehnik kepemimpinan kader agar mampu mengelola dirinya sendidri dan konstituen di lingkungannya serta membekali nilai-nilai PAN kepada kader agar mampu menjalankan tugas sebagai kader secara efektif dan amanah”

Ketua DPD PAN Kota Banda Aceh Drs. H.K. Zainal Arifin menjelaskan, Pemateri dan Instruktur langsung didatangkan dari Badan pengkaderan DPP PAN adapun Materi pada Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) yaitu sejarah PAN, ideologi PAN, platform  dan AD/ART PAN, Leadership dan Team building, tehnik persidangan, Program aksi kader, Undang-undang pemilu

Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD) selain diikuti kader dan simpatisan partai, masyarakat luas juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut, dengan cara mendaftar di sekretariat DPD PAN Kota Banda Aceh Jln Gabus No. 50 Lamprit Banda Baru .Kegiatan pengkaderan itu nantinya akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat pusat.(mrd)

Pemko Banda Aceh Dinilai 'Pilih Kasih'

Written By ichsan on Jumat, 17 Agustus 2012 | 15.34


BANDA ACEH, Aceh News - Sejumlah wartawan kecewa dengan Humas, Pemerintahan Kota (Pemko) Banda Aceh. Karena pembagian uang megang untuk wartawan dinilai ‘pilih kasih’. Kenapa tidak, “sebagian wartawan sudah dibagi uang megang dari Pemko, tapi tidak semua wartawan mendpatkannya. Masih banyak kok  yang belum menerimanya, kami kecewa seperti ini ,” ujar seorang wartawan yang tidak mau namanya ditulis. Jum’at 17 Agustus 2012.

Padahal, kata sumber tadi, menjelang megang puasa kemarin, pihak humas membagi rata setiap wartawan. Berbeda dengan megang lebaran ini yang sistim pembagianya ‘pilih kasih’.  Saat mereka menanyai perihal tersebut kepada kepala bagian Humas Mahdi, pihak Humas hanya berkata beberapa patah kata lalu berlalu begitu saja. “Belum ada arahan,” Kata Sumber media ini yang layak dipercaya, menirukan perkataan Mahdi.

“Yang kami sesalkan  kepada Humas, dan ingin kami tanyai sedikit, apakah uang untuk wartawan itu ada diplot anggaran. Kalau memang ada diplotkan anggaran berikan jatah kami, tapi jika memang tidak diplotkan anggaran, kami pun ikhlas tidak diberikan jatah karena itu memang bukan hak kami,” jelasnya.

Berbicara idealisme, lanjut dia, kalau memang anggara itu dijatahkan untuk wartawan. Kenapa tidak bisa kita menerima uang megang tersebut, karena itu memang sudah dijatahkan untuk kita. “ Wartawan bukan malaikat kok, yang tidak ada makan minumnya,”  tuturnya.

Walaupun demikian, kata dia lagi, tidak semua wartawan juga menerima uang megang dari pihak manapun. Biarpun misalnya dari pihak pemerintah memang sudah mengeplotkan anggarannya untuk wartawan.

Hingga berita ini diturunkan kabag Humas Pemko Banda Aceh, Mahdi belum bisa dikonfirmasi media ini.(***) 

Remaja Masjid Adakan Bubar

Written By ichsan on Rabu, 15 Agustus 2012 | 20.15


BANDA ACEH, Aceh News- Pengurus Remaja Masjid Baital Ma’bud, Kemukiman Lamleuot, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, adakan buka puasa bersama (Bubar) di masjid kemukiman setempat, Sabtu (11/08/2012). 

Ketua Umum Remaja Masjid Baital Ma,bud Zahron Muhami, ZA dalam siaran pers kepada Aceh News menyatakan, buka puasa ini merupakan kegiatan rutinitas disetiap bulan ramadhan dilakukan. Pada waktu malamnya juga diadakan ceramah agama yang disampaikan oleh Ust. Haris Haris Kurniawan S Ag, yang juga Ketua Umum DPD BKPRMI Aceh Besar.

Pada bubar turut dihadiri Kapolsek Kuta Cot Glie Iptu Zainuddin Abbas SH, Imum Mukim Lamleuot Fauzi, Imam Masjid Tgk As’ad, Sekretaris Ippermata Zulfajri bersama rombongan, Tokoh Masyarakat, Pemuda, dan Keuchik setempat. (mk)

PEMKO dan BBPOM Razia Makanan Kemasan

Written By ichsan on Senin, 13 Agustus 2012 | 17.53


BANDA ACEH, Aceh News – Pemerintah Kota Banda Aceh dan tim dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan kemasan makanan yang telah rusak dalam parsel yang di jual di salah satu mini market, kawasan Mesjid Raya Baiturrhaman, Senin (13/08/2012) saat tim gabungan ini menggelar razia terhadap obat, makanan, maupun alat-alat kesehatan di sejumlah distributor yang berada di wilayah kota Banda Aceh.


Asisten Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Banda Aceh Drs Ramli Rasyid M.Si, M.Pd pada kesempatan tersebut menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dalam membeli makanan dan minuman kemasan untuk memastikan makanan dan minuman tersebut masih aman di konsumsi dan tidak dalam kondisi expired.


“Kalau menemukan makanan kadaluarsa, masyarakat jangan segan-segan melakukan komplain terhadap pemilik toko, karena ini berbahaya sekali dikonsumsi. Tapi kalau cuma kemasan rusak, tidak terlalu bahayalah, tinggal minta ganti dengan kemasan yang lain saja” ujar Ramli.


Sementara itu, Kepala BBPOM Dra Syamsuliani Apt MM mengatakan razia ini dilakukan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan menerpakan kewaspadaan terhadap kemungkinan peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat keamanan mutu, gizi, label serta produk obat dan makanan illegal.


“Sebenarnya kita telah melakukan pengawasan ini secara rutin, namun dalam kurun waktu tertentu, khususnya pada hari-hari besar keagamaan seperti Bulan Ramadhan dan Idul Fitri kita meningkatakan intesifikasi pengawasan di semua distribusi pangan termasuk parsel serta penganan buka puasa” jelas Syamsuliani.


Dikatakannya lagi, selama melakukan pengawasan yang dimulai tanggal 9 Agustus lalu, BBPOM telah memeriksa 217 sarana distribusi pangan dan menemukan 21 item pangan yang rusak dari 70 pcs, makanan Kadaluarsa 83 item dari 696 pcs dan TIE 39 item dari 3548 pcs dengan nilai ekonomi mencapai Rp 22.787.700.

Kepada pemilik toko yang kedapatan makanan kadaluarsa, BBPOM melakukan beberapa tindakan dan pembinaan, yakni peringatan, pengamanan di tempat dan pemusnahan.(Mahdi Andela)



Wakil Walikota Serap Aspirasi dari Tokoh Perempuan

Written By ichsan on Senin, 06 Agustus 2012 | 23.46

BANDA ACEH, Aceh News – Setelah menyerap aspirasi dan masukan dari para ulama, keuchik, imum mukim, dan tokoh pemuda beberapa waktu lalu


kali ini Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE juga menginginkan masukan dan aspirasi dari beberapa tokoh perempuan yang ada di Kota Banda Aceh.



“Untuk mendukung visi Kota Banda Aceh sebagai model Kota madani, kami sangat mengharapkan masukan konstruktif dan strategis dari berbagai elemen masyarakat terutama dari para ulama, para keuchik, imum mukim, tokoh pemuda dan tokoh perempuan“, demikian disampaikan Illiza pada acara silaturrahmi dan buka puasa bersama para tokoh perempuan di kediaman Wakil Walikota di kawasan Lamdingin, Jum’at (03/08/2012).

Dalam acara yang dihadiri beberapa kepala SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh, perwakilan Woman Development Center (WDC), dari Balee Syura, Balee Inong dan beberapa tokoh perempuan lainnya, lebih lanjut Illiza mengatakan peran seorang perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam pembangunan, berbagai posisi strategis kerapkali diisi oleh seorang wanita. 

"Selama seorang wanita itu memang memiliki kemampuan serta kecakapan, mereka memiliki hak yang sama seperti kaum adam, akan tetapi jangan sampai melebihi kodratnya” ungkap Illiza seraya menambahkan bahwa suksesnya seorang wanita juga tak lepas dari peran seorang pria, oleh karena itu kesepahaman diantara keduanya perlu terbangun dengan baik.
            
Menurut Illiza ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani, seperti meningkatkan kualitas agama, memperkuat tata kelola pemerintah yang baik, memperkuat ekonomi kerakyatan, juga mengharapkan peranan perempuan diikutsertakan dalam ranah publik, serta meningkatkan peran generasi muda dalam pembangunan kota.         

“Untuk itu marilah sama-sama kita berjihad membangun Kota Banda Aceh sesuai kemampuan masing-masing dengan tidak melupakan Syari’at Islam sebagai landasan awal menuju kota madani“, tutup Illiza.

Acara juga diisi dengan tausyiah Ramadhan yang disampaikan oleh ustazah Rahmatillah hingga menjelang waktu berbuka. (Mahdi Andela)


Dalam Rangka Menyusun RPJM Kota Banda Aceh. Walikota Harapkan Masukan dari Elemen Pemuda

Written By ichsan on Sabtu, 04 Agustus 2012 | 17.00


BANDA ACEH, Aceh News –Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng,Sc mengatakan ada empat elemen yang merupakan pilar dalam pembangunan bangsa, diantaranya, para pemimpin, para ulama, para guru , tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

Hal tersebut dikatakan mawardy dalam sambutannya pada acara buka puasa bersama  segenap unsur kepemudaan se-Kota Banda Aceh di Pendopo Walikota Banda Aceh Rabu (01/08/2012).

“Empat pilar ini adalah tonggak pokok terbangunnya suatu bangsa. Karena pemuda adalah motor dan darahnya suatu bangsa” kata Walikota. Diharapkannya pula, tokoh pemuda yang ada di Kota Banda Aceh ke depan dapat menjadi ujung tombak  untuk mensukseskan visi Kota Banda Aceh sebagai model Kota Madani.

“Kita berharap kedepan tokoh pemuda yang ada bisa menjalin kerja sama yang positif bagi semua elemen yang ada, sehingga  bisa membangun sinergi antara pemuda dan Pemko untuk menegakkan Syari’at Islam di Kota Banda Aceh secara kaffah”, kata Walikota.
Pada kesempatan tersebut Walikota juga mengharapkan adanya masukan dan aspirasi strategis dari elemen pemuda sebagai masukan awal dalam rangka menyusun RPJM Kota Banda Aceh.

Acara buka puasa bersama ini juga diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh ustaz Safari Ahmad hingga menjelang waktu berbuka. Hadir pada acara tersebut Wakil Walikota Illiza Sa’aduddin Djamal, beberapa kepala SKPD di jajaran Pemko Banda Aceh, Ketua KNPI Kota Banda Aceh terpilih Hasnanda Putra, para tokoh pemuda dari gampong dan Kecamatan se-Kota Banda Aceh. (Mahdi Andela)     




Menkes Puji Walikota Soal Penerapan Area Bebas Rokok


BANDA ACEH, Aceh News - Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi Sp.A, MPH memuji langkah Walikota Banda Aceh dalam menerapkan kawasan tanpa rokok beberapa waktu lalu di Kota Banda Aceh, hal tersebut disampaikannya saat mencanangkan Pos Pembinaan Terpadu  Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Banda Aceh, belum lama ini.

Menurut Menkes peraturan Walikota tersebut sangat relevan terhadap program WHO tentang pencegahan dan pengurangan angka kematian akibat merokok. Lebih lanjut Menkes menerangkan saat ini semakin banyak orang terserang penyakit tidak menular karena menjalankan gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya adalah merokok.“Dari asap rokok, seorang bapak dapat terkena penyakit impotensi, hipertensi, diabetes, stroke, kanker, dan penyakit lainnya, di tengah-tengah masyarakat”, ujar Menkes.

Menkes Nafsiah juga memberi apresiasi kepada Pemko Banda Aceh atas pencanangan Posbindu PTM tersebut. Menurutnya dengan hadirnya Posbindu PTM di Gampong Alue Deah Teungoh akan mampu mendeteksi  secara dini faktor resiko penyakit tidak menular di masyarakat. Dijelaskannya pula bahwa sasaran pemeriksaan penyakit tidak menular tersebut adalah remaja umur 18 tahun keatas. Ia juga berharap melalui Posbindu PTM ini angka stroke di Provinsi Aceh dapat dikurangi.

Sebelumnya Walikota Banda Aceh Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng,Sc memberi apresiasi yang tinggi kepada Menkes RI karena disela-sela kesibukannya yang padat telah menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kota Banda Aceh untuk mencanangkan Posbindu PTM tersebut. Dijelaskannya pula bahwa Posbindu PTM tersebut merupakan Posbindu pertama se-Aceh yang langsung dicanangkan oleh Menkes RI.

Selain itu lanjut Walikota, untuk mendukung sarana dan prasarana kesehatan bagi warganya, Pemko Banda Aceh telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi seperti peraturan daerah/ qanun tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak nomor 17 Tahun 2011, program pencegahan HIV-AIDS untuk remaja yang dikenal dengan program “Aku Bangga Aku Tahu”, program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di seluruh puskesmas di Kota Banda Aceh dan yang terakhir menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dengan Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2011.

Pada kesempatan tersebut Walikota juga menyampaikan beberapa harapan kepada Menkes RI, agar senantiasa mendukung dan membantu beberapa program yang masih menjadi kendala saat ini, antara lain: mengembangkan sistem informasi unit pelayanan kesehatan terpadu e-health, bantuan untuk pengendalian penyakit Demam Berdarah di Kota Banda Aceh, Pengembangan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di semua posyandu yang ada di Kota Banda Aceh mengingat  berkembangnya kasus PTM, seperti hipertensi, diabetes, stroke, kanker, dan penyakit lainnya, di tengah-tengah masyarakat serta pemeliharaan alat-alat kesehatan dan Rehabilitasi prasarana dan sarana kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. (Mahdi Andela)

Banda Aceh Prioritaskan Pembangunan di Sektor Penerapan Syariat Islam

Banda Aceh – Tim Safari Ramadhan Pemko Banda Aceh yang dipimpin langsung oleh Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin M EngSc,Rabu(01/08/2012) melakukan shalat tarawih bersama dengan masyarakat Gampong Beurawe di Mesjid Al-Furqan. 

Dalam sambutan singkatnya, Mawardy mengatakan kedatangan Tim Safari Ramadhan yang dipimpinnya adalah dalam rangka tugas yang setiap bulan Ramadhan selalu dilakukan sebagai upaya untuk memakmurkan mesjid-mesjid dalam Kota Banda Aceh. Menyinggung pembangunan Kota Banda Aceh ke depan,Mawardy mengatakan pihaknya bertekad memprioritaskan pembangunan di sektor Syariat Islam dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Untuk Infrastruktur, Alhamdulillah Kota Banda Aceh sudah memadai, kedepan yang kita prioritaskan adalah sektor penerapan Syariat Islam dan ekonomi kerakyatan” ujar Mawardy yang juga Ketua Ketua DPD Partai Demokrat Aceh tersebut. Untuk itu, Mawardy berharap kepada seluruh warga kota agar selalu mendukung program-program Pemerintah Kota dengan memberikan saran dan kritikan-kritikan yang membangun sehingga misi menjadikan Banda Aceh sebagai kota Madani akan terwujud nantinya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota juga menyerahkan uang sebesar Rp. 10 juta untuk kemakmuran Mesjid Al-Furqan. Sementara itu, Ustad Burhanuddin Adami dalam ceramahnya menyampaikan pilar utama dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota madani adalah Amar Ma’ruf nahi Mungkar. Menurutnya, kalau hal ini mampu dilakukan warga kota, maka akan tercipta sebuah kota yang selalu aman, damai dan tertib layaknya suasana kota Madinah.

“Berbicara kemungkaran, bukan hanya judi, zina, pembunuhan dan penipuan. Perlu diingat narkoba adalah salah satu kemungkaran yang sangat dahsyat karena bisa merusak generasi muda kita. Mari kita semua memerangi narkoba yang sudah sangat meresahkan ini agar generasi kita terbebas darinya dan mampu menggapai masa depannya untuk membangun kota ini sesuai dengan nilai-nilai syariat” ajak Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota  Banda Aceh ini..

  • Walikota Berkomitmen Wujudkan Syariat Islam yang Lebih Baik

Walikota Banda Aceh Ir H Mawardy Nurdin M Eng Sc berjanji Pemerintah Kota Banda Aceh yang dipimpinnya akan selalu komit untuk mewujudkan syariat Islam yang lebih baik di Kota Banda Aceh.
Hal ini ditegaskannya saat memimpin Tim Safari Ramadhan pemerintah Kota Banda Aceh melakukan Shalat Tarawih bersama dengan warga di Mesjid Agung Al-Makmur, Lampriet, pekan lalu. Dikatakannya, sesuai dengan misi yang ingin menjadikan Banda Aceh sebagai kota Madani di Indonesia, dirinya selaku Walikota akan mengupayakan prioritas anggaran dalam APBK Banda Aceh untuk program-program kegiatan keagamaan sebagai upaya peningkatan penerapan Syariat Islam di Ibukota Provinsi Aceh ini.

“Meskipun APBK kita terbatas, Syariat Islam tetap menjadi prioritas program kita kedepan, karena kita ingin mewujudkan Banda Aceh sebagai kota Madani di Indonesia, saya berharap seluruh masyarakat kota mendukung program ini” ujarnya saat melakukan temu ramah dengan pengurus Mesjid Al-Makmur usai melaksanakan shalat tarawih bersama masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Mawardy mengatakan dengan alokasi anggaran yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, tentunya akan lebih banyak program-program Pemerintah Kota terhadap kegiatan keagamaan yang nantinya diharapkan akan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan Syariat Islam secara kaffah di Banda Aceh.

Senada dengan Mawardy, Ustad Masrul Aidi LC yang berkesempatan memberikan ceramahnya mengatakan Syariat Islam harus tegak di Banda Aceh dengan memberdayakan masyarakat sekitar, terutama masyarakat sekitar lokasi wisata yang ditenggarai sebagai lokasi paling sering terjadi pelanggaran Syariat Islam untuk dapat terlibat langsung mencegah dan memberikan pembinaan kepada pelanggar.

“Dua sampai tiga kali saja masyarakat berhasil mencegah dan memberikan pembinaan kepada pelanggar, saya yakin mereka tidak akan berani lagi mendatangi lokasi dan mengulangi perbuatannya lagi.“Hal ini bisa dibuktikan dengan aksi kaum ibu yang berinisiatif menutup kawasan wisata Ule Lheu pada malam hari beberapa waktu yang lalu, saya kira kontribusi masyarakat seperti ini yang sangat kita butuhkan untuk menegakkan Syariat Islam di kota ini” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mawardy didampingi Wakil Walikota Illiza Sa’aduddin Djamal SE, Sekda Drs T saifuddin T A M Si serta para kepala SKPD jajaran Pemko Banda Aceh, menyerahkan dana sebesar Rp 15 juta untuk kemakmuran Mesjid Agung Al-Makmur. (Md)

Al-Qur’an Menjadi Solusi Utama Umat Muslim


Banda Aceh – Sebanyak 300 ibu-ibu dari 10 kelompok majelis taklim dan PKK Kota Banda Aceh mengikuti ceremony khatam Al-Qur’an yang di gelar Pemko Banda Aceh di Aula Pemko Banda Aceh, Kamis (02/08/2012).

Dalam sambutannya pada saat membuka acara, Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal,SE mengatakan kegiatan khatam Al-Qur’an yang diselenggarakan tersebut diadakan dalam rangka menyambut peringatan Nuzulul Qur’an 1433 H. 

Lebih lanjut Illiza mengatakan program khatam Al-Qur’an tersebut  sebenarnya sudah menjadi darah daging dan budaya masyarakat Aceh terutama kaum ibu yang biasa membaca Al-Qur’an pada siang hari ataupun usai melaksanakan shalat shubuh.

“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan upaya untuk mengkristalkan kembali budaya khatam Al-Qur’an yang sudah mulai pudar di masyarakat”, ujar llliza.

Illiza juga berharap agar Al-Qur’an dapat menjadi solusi utama umat muslim dalam menyelesaikan segala persoalan dan permasalahan hidup. Lebih lanjut Illiza menegaskan dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan mulia, paling tidak ada tiga hal yang harus dibangun di bulan yang mulia ini yaitu yang pertama, meningkatkan keimanan sebagai dasar hidup yang sangat penting. Dengan iman inilah manusia selalu mendapat bimbingan Dari Tuhannya, terang Illiza.

Yang kedua, keshalehan pribadi, yaitu meningkatnya amaliah untuk diri sendiri seperti membaca Al-quran, puasa, zikir dan sebagainya. Amaliah pribadi ini untuk meningkatkan kualitas diri. Keshalehan itu merupakan buah dari pemahaman kita terhadap Al-quran, ungkapnya. Dan yang Ketiga menurut Illiza adalah keshalehan sosialyaitu membangun kepedulian sosial. Membantu orang lain yang mengalami kesulitan hidup. Menurut Illiza Keshalehan sosial akan muncul bila kita benar-benar menjadikan al-quran sebagai dasar tatanan kehidupan sosial.

Sementara Kadis Syari’at Islam Kota Banda Aceh Drs. Said Yulizal M.Si dalam laporannya mengatakan kegiatan Khatam Al-Qur’an merupakan kegiatan perdana yang dilakukan pemko Banda Aceh. Ia menjelaskan tujuan khatam A-Qur’an dengan melibatkan kaum ibu dikarenakan kaum ibu merupakan agent of change pembentukan moral seorang anak.

"Baik buruknya akhlak seorang anak sangat ditentukan oleh kualitas ibunya, dan secara emosional kedekatan seorang ibu dan anak jauh lebih dalam", terangnya.

Dikatakannya dengan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama diyakini akan menambah kenikmatan dalam membaca Al-Qur’an, karena jika seorang salah dalam membaca Al-Qur’an maka temannya memperbaikinya. Said berharap aplikasi Al-Qur’an itu benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari yang diawali dengan membaca, memahami  dan  mengamalkannya. (Mahdi Andela)

HEADLINE

BERITA FOTO

 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa