- Pemasukan PAD Melalui Komoditi Serai Wangi
Minyak Serai Wangi merupakan salah satu komoditi
unggulan di Kabupaten Gayo Lues, yang juga mata pencaharian andalan masyarakat
petani untuk menopang kebutuhan hidupnya.
Tanaman serai wangi bisa tumbuh dilahan-lahan
keritis bahkan bisa tumbuh disela-sela Pohon Pinus Markusi sekalipun tanpa
harus diberi pupuk.
Uniknya lagi tanaman ini tidak akan layu walaupun di
injak-injak dan dimakan ternak sapi atau kerbau bahkan terbakar sekalipun bisa
tumbuh lagi.
Akan tetapi karena nilai jualnya masih belum memadai
ditambah lagi dengan cara pengolahan atau penyulingan Tradisional sehingga mengalami
hambatan yang cukup berat dalam upaya meningkatkan produksi.
Oleh karena itu, perlu dicari terobosan agar
komoditi ini bisa diusahakan menjadi sumber penghasilan petani dan juga menjadi
sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Negeri Seribu Bukit ini.
Salah satu hambatan yang dihadapi petani Serai Wangi
adalah mencari kayu untuk bahan bakar melakukan penyulingan terutama pada musim
penghujan, akibatnya penyulingan terkendala sementara biaya kebutuhan hidup
sehari-hari tidak kenal kompromi.
Sehubungan dengan hal itu ada baiknya Pemerintah
Daerah dapat membangun Fabrik
Penyulingan dengan menggunakan energi listrik, tanpa merusak lingkungan.
Diperkirakan lahan yang digunakan untuk Fabrik
Penyulingan, Gudang dan Perumahan Karyawan 2 (Dua) Ha saja sudah memadai dan
lokasinya juga bisa di Kecamatan Dabun Gelang persisnya dibelakang Asrama Kompi
TNI yang pernah direncanakan jadi pasar atau pekan, yang kini bangunannya sudah
hancur-hancuran.
Fabrik membeli bahan bakunya berupa Serai Wangi dari
para petani secara Kiloan, dengan demikian para petani tidak lagi disibuki cari
kayu dan membuat tempel untuk penyulingan.
Mereka cukup memanen setiap minggu terus diangkut ke
Fabrik untuk dijual misalnya dengan harga Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) Per Kilogramnya sedangkan pemasarannya langsung
ditangani oleh Fabrik dan keuntungannya masuk kas sebagai sumber Pendapatan
Asli Daerah.
Dalam bincang-bincang Koran ini dengan Kepala Dinas
Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gayo Lues, Hasbi,SE mengenai
wacana ini, pihaknya menyambut baik.
Bahkan menurut Hasbi sebenarnya sudah ada Investor dari
Bogor yang berminat dan dalam waktu dekat akan datang kedaerah ini untuk
melakukan survey.
Bila hal ini kelak menjadi kenyataan maka sumber PAD
Gayo Lues akan terus bertambah kemudian sumber-sumber lainnya terus bisa
digali, sehingga pembangunan di segala Sektor terus pula dapat ditingkatkan guna
mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.
Oleh : Syamsuddin Said/Aswin


