Headlines News :
Home » » Minyak Mengenjot PAD Kabupaten Gayo Lues

Minyak Mengenjot PAD Kabupaten Gayo Lues

Written By ichsan on Minggu, 19 Februari 2012 | 02.19


  • Pemasukan PAD Melalui Komoditi Serai Wangi


 Salah Satu Kebun Serai Wangi Masyarakat Petani di Kabupaten Gayo Lues


Minyak Serai Wangi merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Gayo Lues, yang juga mata pencaharian andalan masyarakat petani untuk menopang kebutuhan hidupnya.

Tanaman serai wangi bisa tumbuh dilahan-lahan keritis bahkan bisa tumbuh disela-sela Pohon Pinus Markusi sekalipun tanpa harus diberi pupuk.

Uniknya lagi tanaman ini tidak akan layu walaupun di injak-injak dan dimakan ternak sapi atau kerbau bahkan terbakar sekalipun bisa tumbuh lagi.

Akan tetapi karena nilai jualnya masih belum memadai ditambah lagi dengan cara pengolahan atau penyulingan Tradisional sehingga mengalami hambatan yang cukup berat dalam upaya meningkatkan produksi.

Oleh karena itu, perlu dicari terobosan agar komoditi ini bisa diusahakan menjadi sumber penghasilan petani dan juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Negeri Seribu Bukit ini.

Salah satu hambatan yang dihadapi petani Serai Wangi adalah mencari kayu untuk bahan bakar melakukan penyulingan terutama pada musim penghujan, akibatnya penyulingan terkendala sementara biaya kebutuhan hidup sehari-hari tidak kenal kompromi.

Sehubungan dengan hal itu ada baiknya Pemerintah Daerah dapat membangun Fabrik  Penyulingan dengan menggunakan energi listrik, tanpa merusak lingkungan.

Diperkirakan lahan yang digunakan untuk Fabrik Penyulingan, Gudang dan Perumahan Karyawan 2 (Dua) Ha saja sudah memadai dan lokasinya juga bisa di Kecamatan Dabun Gelang persisnya dibelakang Asrama Kompi TNI yang pernah direncanakan jadi pasar atau pekan, yang kini bangunannya sudah hancur-hancuran.

Fabrik membeli bahan bakunya berupa Serai Wangi dari para petani secara Kiloan, dengan demikian para petani tidak lagi disibuki cari kayu dan membuat tempel untuk penyulingan.

Mereka cukup memanen setiap minggu terus diangkut ke Fabrik untuk dijual misalnya dengan harga Rp. 1.000,- (Seribu Rupiah) Per Kilogramnya sedangkan pemasarannya langsung ditangani oleh Fabrik dan keuntungannya masuk kas sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah.

Dalam bincang-bincang Koran ini dengan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Gayo Lues, Hasbi,SE mengenai wacana ini, pihaknya menyambut baik.

Bahkan menurut Hasbi sebenarnya sudah ada Investor dari Bogor yang berminat dan dalam waktu dekat akan datang kedaerah ini untuk melakukan survey.

Bila hal ini kelak menjadi kenyataan maka sumber PAD Gayo Lues akan terus bertambah kemudian sumber-sumber lainnya terus bisa digali, sehingga pembangunan di segala Sektor terus pula dapat ditingkatkan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.
                                                          

                                                                     Oleh : Syamsuddin Said/Aswin






Share this article :
 
Support : Redaksi | Iklan | Copyright © 2011. Aceh News - All Rights Reserved
Modify by Arifa