SIGLI,
Aceh
News - Pemerintah Kabupaten Pidie melalui
badan BKS-PP Pidie menyerahkan Dana bersumber otonomi khusus kepada 730 kelompok perempuan dalam Kabupaten
Pidie yang diterima oleh sepuluh kecamatan secara simbolis di Op Room Setdakab Pidie, Kamis, (16/2).Hadir pada
acara tersebut Sekda Pidie,Kapolres Pidie, Kasdim Pidie, Kejari Sigli, Wakil DPRK,
unsur MPU, Ibu PKK undangan. Acara yang mirip serimoni itu diawali dengan
penyerahan bantuan modal pemberdayaan ekonomi perempuan Kepala Keluarga yang diterima oleh mewakili 10 kecamatan,
diantaranya kec.Tangse, Kembang Tanjong, Kota Sigli, Mutiara, Peukan Baro, yang
penyerahannya dilakukan oleh Sekda dan unsur Muspida plus.
Sekda Pidie, M.Iriawan SE mengatakan
Pemerintah senantiasa bertekad mendukung rakyat banyak namun karena
ketrbatasan-ketrbatasan utamanya minimnya anggaran di pidie sehingga terkendala
sejumlah program-program pembangunan, namun kita tetap komitmen dengan
pembangunan dan pengembangan Pidie kedepan lebih maju dan sejahtera, ungkap, M
Iriawan yang maju sebagai Kandidat pada pemilu kada 2012 ini. Kemajuan itu
lanjut Iriawan sangat bergantung kepada masyarakat banyak, apakah mau dengan
perubahan perubahan kedepan, seperti hari ini kita sudah akses 7,3 miliar dana
otsus 2011 untuk kelompok perempuan di Pidie, dana ini sifat bantuan bergulir,
artinya jika disalurkan 7,3 miliar kembalinya sebesar itu juga ini belum
tercapai tujuan, sebab kita akan makmurkan kelompok perempuan dalam desa
gampong itu secara komprehensif, jelas Iriawan.
Kepala BKS- PP Pidie Ir Afneaty yang
didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan , Dra darmawati MM,menjelaskan
upaya-upaya kearah cairnya dana 7,3 miliar itu sangat sulit kami sudah
berulangkali ke banda aceh akhirnya cair, sedangkan kami pekerja hanya
menjalani tugas saja, padahal untuk satu item ini kami sering bekerja malam
hari merekap 730 gampong itu tidak sedikit, pun demikian kami mengajukan ke
DPRK dana tambahan kerja tetapi hingga kini ususlan kami belum dikabulkan,
terkait dana untuk kelompok sudah dikirim kerekening masing-masing ketua
kelompok dan bantuan sifatnya bergilir ini tetap perlu pengontrolan dan
pengembalian untuk dapat kita teruskan kesasaran perempuan lainnya dalam
gampong tersebut,terang Afneaty.
Salah seorang penerima bantuan dari
Tangse, mengatakan sangat bersyukur karena dengan bantuan modal ini dapat
memberi kontribusi cerah bagi perempuan gampong, ujarnya wanita separoh baya
itu.(Has)

